Manuver Militer "Eager Lion" Dimulai di Yordania
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i37292-manuver_militer_eager_lion_dimulai_di_yordania
Manuver militer bersandi "Eager Lion" yang digelar di Yordania telah dimulai. Latihan militer gabungan ini diikuti oleh 7.400 tentara dari 21 negara termasuk dua unit pembom pasukan Angkatan Udara Amerika Serikat.
(last modified 2026-03-07T18:24:46+00:00 )
May 08, 2017 18:25 Asia/Jakarta
  • manuver Eager Lion
    manuver Eager Lion

Manuver militer bersandi "Eager Lion" yang digelar di Yordania telah dimulai. Latihan militer gabungan ini diikuti oleh 7.400 tentara dari 21 negara termasuk dua unit pembom pasukan Angkatan Udara Amerika Serikat.

Seperti dilansir Alalam, Khalid al-Shara, juru bicara manuver Eager Lion dalam jumpa pers pada Minggu (7/5/2017) mengatakan, manuver ini akan diikuti oleh 7.400 tentara dari banyak negara.

Ia menambahkan, militer Yordania dalam pernyataannya mengumumkan bahwa dalam manuver Eager Lion, 7.400 tentara dari AS, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Belanda, Yunani, Polandia, Australia, Pakistan, Arab Saudi, Mesir, Irak, Lebanon, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Kenya dan perwakilan dari negara-negara anggota NATO akan berpartisipasi dalam manuver tersebut.

Menurut Khalid al-Shara, tujuan terpenting dari latihan militer gabungan itu adalah pelaksanaan operasi penyerangan dan pertahanan, pemberantasan terorisme dan perang di berbagai daerah yang ditarget serta merespon serangan kimia.

"Upaya dan koordinasi bersama dan pertukaran keahlian ... diperlukan pada saat kawasan menghadapi ancaman terorisme," kata Khalid al-Shara kepada wartawan.

Bill Hickman, Wakil Komandan Tentara AS di kawasan mengatakan, manuver Eager Lion tahun ini adalah terbesar dan paling kompleks sejak tujuh tahun lalu.

Menurutnya, dua pesawat pembom AS jenis B-1B;  yaitu pesawat bomber yang multi misi untuk jarak jauh akan digunakan dalam latihan tersebut.

Manuver Eager Lion yang digelar setiap tahun sejak tujuh tahun lalu itu akan berlangsung hingga tanggal 18 Mei 2017.

Meskipun Yordania berusaha menunjukkan dirinya netral dalam berbagai peristiwa di kawasan seperti dalam krisis Suriah, namun negara ini pada prakteknya menjadi pelaksana kebijakan AS dan sekutunya di kawasan. (RA)