Sekjen Hizbullah: Proyek Israel Raya Telah Gagal
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i37480-sekjen_hizbullah_proyek_israel_raya_telah_gagal
Sekjen Gerakan Hizbullah Libanon, Sayid Hassan Nasrallah mengatakan, pembangunan tembok pembatas di perbatasan Lebanon oleh Israel adalah bukti atas kegagalan Zionis dalam melaksanakan proyek Israel Raya.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
May 12, 2017 00:26 Asia/Jakarta
  • Sekjen Gerakan Hizbullah Libanon, Sayid Hassan Nasrallah
    Sekjen Gerakan Hizbullah Libanon, Sayid Hassan Nasrallah

Sekjen Gerakan Hizbullah Libanon, Sayid Hassan Nasrallah mengatakan, pembangunan tembok pembatas di perbatasan Lebanon oleh Israel adalah bukti atas kegagalan Zionis dalam melaksanakan proyek Israel Raya.

Sekjen Hizbullah membuat pernyataan pada hari Kamis (11/5/2017), dalam sebuah pidato untuk mengenang komandan senior gerakan tersebut, Mustafa Badreddine, yang gugur syahid di Suriah tahun lalu. Demikian dikutip IRNA.

"Fakta bahwa Israel menyembunyikan dua tembok di Lebanon dan Jalur Gaza adalah bukti kelemahan mereka," tambahnya.

Nasrallah menjelaskan bahwa salah satu arti dari pembangunan tembok tersebut adalah pengakuan atas kemenangan Lebanon dan kegagalan skenario rezim Zionis dan juga pengakuan atas kegagalan proyek Israel Raya.

"Israel tahu bahwa ada konflik di masa depan yang akan terjadi di dalam wilayah Palestina pendudukan," ujarnya.

Nasrallah menegaskan bahwa Israel akan dikalahkan dalam setiap konfrontasi militer dengan pejuang Hizbullah.

Pemimpin Hizbullah lebih lanjut mengatakan, pejuang Lebanon telah menunaikan tugasnya untuk mengamankan daerah perbatasan dengan Suriah dan membongkar pos-pos teroris di wilayah tersebut.

Hizbullah, tandasnya, telah melakukan pengorbanan yang sangat besar untuk melindungi semua lapisan masyarakat Lebanon terlepas dari latar belakang agama mereka.

Nasrallah juga menggarisbawahi bahwa gerakan perlawanan Lebanon akan terus bekerja sama dengan militer Suriah dalam perang melawan kelompok teroris.

Ia menekankan bahwa tidak ada perselisihan antara Hizbullah, Iran dan Rusia mengenai pelaksanaan gencatan senjata nasional di Suriah yang dilanda perang. (RM)