Ketua HAM Bahrain Kritik Perjanjian Penjualan Senjata AS ke Negaranya
-
Nabeel Rajab, Ketua HAM Bahrain
Ketua Pusat Hak Manusia Bahrain yang saat ini ditahan oleh rezim Al Khalifa mengkritik perjanjian penjualan senjata Amerika Serikat kepada Arab Saudi dan Bahrain.
Seperti dilansir Alalam, Kamis (18/5/2017), Nabeel Rajab dalam sebuah artikel yang dimuat di The New York Times, mengkritik Donald Trump, Presiden AS atas penjualan senjata negara ini ke Arab Saudi dan Bahrain.
Ia menulis, pemerintah Trump "secara serius" berusaha menghapus semua penghambat HAM dengan cara menjual senjata kepada Bahrain yang terlibat dalam agresi Arab Saudi ke Yaman.
Rajab lebih lanjut menyinggung upaya rezim Al Khalifa untuk menumpas masyarakat sipil Bahrain bersamaan dengan serangan militer Arab Saudi ke Yaman.
Ia menjelaskan, pemerintah Trump bergerak di jalur pencabutan semua pembatasan yang telah diberlakukan terkait dengan penjualan senjata ke rezim represif dan pendukung agresi ke Yaman ini.
AS baru-baru ini berusaha mencapai persetujuan akhir dari perjanjian penjualan senjata senilai lebih dari satu miliar dolar ke Arab Saudi dan lima miliar dolar ke Bahrain.
Perundingan tentang penjualan senjata tersebut sempat ditangguhkan di masa pemerintahan Presiden Barack Obama disebabkan kekhawatiran atas kondisi HAM di Bahrain. (RA)