Ansarullah: PBB Harus Menjalankan Tugas Kemanusiaan dan Moralnya
-
Mohammad Abdul Salam
Mohammad Abdul Salam, juru bicara gerakan Ansarullah Yaman di sebuah pidatonya menyatakan, selama Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) tidak mampu melakukan langkah apa pun, pertemuan dengan organisasi ini sia-sia, kecuali PBB menjalankan kewajiban moral dan kemanusiaanya terhadap Yaman.
Seperti diberitakan ISNA, Mohammad Abdul Salam Senin (22/5) mengungkapkan, pengalaman membuktikan bahwa PBB baru aktif ketika kekuatan agresor menginginkan organisasi ini bergerak.
Jubir Ansarullah ini menekankan, “Yaman menginginkan perdamaian dan solusi sempurna serta komprehensif.”
Abdul Salam menambahkan, transaksi dengan rakyat Yaman terkait secuil makanan sebagai sarana perang dan penumpasan adalah kejahatan kemanusiaan yang paling keras.
Abdul Salam juga menyatakan, selama isu gaji pegawai di Yaman belum tuntas, kunjungan Ismail Ould Cheikh Ahmed ke Sanaa tidak akan disambut.
Arab Saudi dengan represi finansialnya telah memaksakan kebijakan satu arahnya kepada PBB. Hal ini menjadi salah satu faktor kegagalan PBB dalam menyelesaikan beragam krisis internasional.
Kesalahan utusan PBB terkait Yaman masih terus berlanjut dan kondisi seperti ini dapat disaksikan dengan jelas terkait pergerakan Ould Cheikh Ahmed, utusan PBB saat ini untuk urusan Yaman. (MF)