Mekdad: Suriah Berhutang Budi pada Hizbullah, Iran dan Rusia
-
Faisal Mekdad
Deputi Menteri Luar Negeri Suriah menilai kemenangan-kemenangan yang diraih negaranya atas kelompok teroris adalah berkat dukungan poros perlawanan.
Tasnim News (26/5) melaporkan, Faisal Mekdad, Deputi Menlu Suriah menuturkan, kemenangan-kemenangan negara ini dicapai berkat koalisi Damaskus dengan poros perlawanan yang terdiri dari Hizbullah, Lebanon, Republik Islam Iran dan Rusia.
Koalisi ini, kata Mekdad, menimbulkan kebencian dari negara-negara Arab pesisir Teluk Persia dan mereka tidak punya cara lain untuk melindungi diri kecuali dengan meminta bantuan pada rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat.
Faisal Mekdad juga menyinggung koalisi negara-negara Arab Teluk Persia dengan Amerika dan Israel yang menurutnya tidak rasional, karena jelas-jelas selalu mengintervensi urusan negara-negara Arab.
"Amerika dan Israel, ketika merasa terancam bahaya, akan menarik dukungannya dari sekutu dan negara-negara bonekanya di kawasan," ujar Mekdad.
Terkait hal ini, situs berita Al Masirah, Yaman mengutip sejumlah sumber Israel mengabarkan, beberapa petinggi negara Arab Teluk Persia melakukan pertemuan dengan Ayoob Kara, Deputi Menteri urusan Kerjasama Regional Israel.
Menurut Al Masirah, Ayoob Kara mengakui, selama karirnya di dunia politik, baru pertama kali dirinya bertemu dengan petinggi rezim-rezim Arab. Ia berharap pasca lawatan terbaru Donald Trump, Presiden Amerika ke Arab Saudi, akan dilakukan pertemuan-pertemuan yang lebih intens antara petinggi Israel dan Arab.
Donald Trump pada 20 Mei 2017 berkunjung ke Saudi dan menggelar konferensi bersama petinggi negara-negara Arab di Riyadh. (HS)