Ancaman Terbaru Sekjen Hizbullah Menurut Yediot Aharonot
-
Sayyid Hassan Nasrullah
Koran Yediot Aharonot menulis, ancaman baru Sekjen Hizbullah Lebanon terhadap Israel, adalah dalam rangka mematahkan dan melawan opsi militer Presiden Amerika Serikat terhadap Iran.
Fars News melaporkan, koran terbitan Israel itu dalam sebuah laporan terbaru bertajuk "Mengapa Nasrullah Kembali Mengancam Israel", menganalisa pidato terbaru Sekjen Hizbullah.
Koran Zionis ini mengklaim bahwa alasan dibalik ancaman terbaru Sekjen Hizbullah adalah ancaman Presiden AS Donald Trump soal opsi militer anti-Iran.
Di awal laporan itu disinggung soal persatuan dan kekompakan Hizbullah dengan Iran.
"Dia (Sayyid Hassan Nasrullah) ingin menunjukkan kepada Israel jika Amerika Serikat atau Israel di masa mendatang berniat menyerang Iran guna menghalangi Iran memiliki teknologi nuklir, Hizbullah punya kemampuan untuk menimbulkan kerugian besar di pihak Israel atau bahkan melancarkan serangan darat," demikian disebutkan dalam laporan tersebut.
Yediot Aharonot mengakui bahwa Sekjen Hizbullah adalah seorang strategis yang sangat pelik dan menulis, "Pemerintah Assad dengan dukungan Rusia, Iran dan Hizbullah, untuk sementara dapat bertahan… Hizbullah juga sedang membangkitkan kekuatan pertahanannya melawan Israel. Struktur keamanan Amerika Serikat juga menilai Iran sebagai sebuah negara provokator dan berbahaya."
Koran Zionis menilai kunjungan para pejabat Amerika Serikat ke berbagai belahan dunia (Korea Selatan, Arab Saudi, Israel dan sidang NATO), adalah sebuah pesan kepada para sekutunya soal dukungan mereka dalam melawan Iran. Sementara ancaman terbaru Sekjen Hizbullah Lebanon terhadap Israel adalah dalam rangka memandulkan upaya-upaya tersebut.(MZ)