Media Arab Protes, Pengamat Saudi Tampil di TV Israel
-
Israel dan Saudi
Wawancara seorang pengamat politik asal Arab Saudi dengan stasiun televisi rezim Zionis Israel memicu kontroversi di media massa dan media sosial Dunia Arab.
Sejumlah warga Saudi kerap tampil secara langsung di beberapa stasiun televisi Israel, padahal isu normalisasi hubungan dengan Israel merupakan hal yang sangat sensitif bagi rakyat Palestina di dalam maupun luar negeri, juga bagi sebagian negara Arab.
IRIB (8/6) melaporkan, setelah Kanal 2 TV Israel melakukan wawancara terkait krisis diplomatik Riyadh dan Doha, dengan seorang pengamat politik asal Saudi, Abdul Hamid Hakim, gelombang protes anti-normalisasi hubungan Saudi-Israel muncul di media-media sosial dan media massa Arab.
Hal ini terjadi karena rakyat Palestina dan sejumlah negara Arab menolak segala bentuk pemulihan hubungan dengan Israel.
Sehubungan dengan hal ini, Hussein Al Suyuthi, salah seorang pengamat politik Palestina menuturkan, kerja sama Israel dengan Saudi seperti dua sekutu dan sahabat, bukan rahasia lagi dan terbuka.
Beberapa situs berita di Gaza menulis, seorang warga Saudi di salah satu televisi Israel, telah mengancam Hamas dan Jihad Islam.
Di media sosial, pengamat politik Saudi itu disebut sebagai seorang pengkhianat.
Surat kabar berbahasa Arab, Arab48 menulis, Israel dengan memanfaatkan krisis di Teluk Persia, sedang berusaha memulihkan hubungannya dengan negara-negara Arab. (HS)