Haniyeh: Rakyat Palestina Kembalikan Pentingnya al-Quds
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i41436-haniyeh_rakyat_palestina_kembalikan_pentingnya_al_quds
Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, tujuan demonstrasi menyeluruh di Palestina adalah menegaskan sentralitas masalah Palestina dan menghidupkannya di negara-negara Arab dan Islam.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Jul 22, 2017 01:34 Asia/Jakarta
  • Ismail Haniyeh, Ketua Biro Politik Hamas
    Ismail Haniyeh, Ketua Biro Politik Hamas

Ketua Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, tujuan demonstrasi menyeluruh di Palestina adalah menegaskan sentralitas masalah Palestina dan menghidupkannya di negara-negara Arab dan Islam.

Ismail Haniyeh mengatakan hal itu dalam Khutbah Jumat pekan ini di Jalur Gaza seperti dilansir Alalam, Jumat (21/7/2017).

"Hari ini, rakyat Palestina –melalui ungkapan kemarahan– ingin mengembalikan sentralitas masalah Palestina dan kredibilitas serta pentingnya al-Quds dan Masjid al-Aqsa," kata Haniyeh.

Ia menambahkan, pintu-pintu masuk (elektronik) di Masjid al-Aqsa dan pemasangan CCTV merupakan pelecehan terhadap masjid ini.

Ketua Biro Politik Hamas menegaskan, para penjajah Zionis harus mengetahui bahwa konpirasi-konspirasi mereka di al-Quds dan Masjid al-Aqsa akan gagal dan mereka tidak akan dibiarkan tanpa hukuman.

"Rakyat Palestina memiliki kekuatan yang cukup untuk berdiri melawan rezim penjajah," pungkasnya.

Selama tiga hari terakhir, kota al-Quds yang diduduki dan berbagai daerah di Tepi Barat menjadi ajang unjuk rasa puluhan ribu orang untuk mendukung Masjid al-Aqsa dan menentang penyerbuan rezim Zionis ke masjid ini.

Mereka juga menentang pemasangan pintu-pintu keamanan di gerbang-gerbang masuk Masjid al-Aqsa.

Bulan Sabit Merah Palestina dalam pernyataannya pada Jumat menyebutkan, tiga warga Palestina gugur syahid dan 193 lainnya terluka setelah aparat keamanan Israel dan warga Zionis menyerbu demonstran Palestina di Tepi Barat dan Baitul Maqdis.

Menyusul operasi mati syahid tiga pemuda Palestina di al-Quds pada Jumat, 14 Juli 2017, aparat keamanan rezim Zionis menutup pintu-pintu Masjid al-Aqsa dan bahkan melarang pelaksanaan shalat dan azan di tempat suci ini. (RA)