Pagar Manusia Anak-anak Palestina Lindungi Masjid Al-Aqsa
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i42374-pagar_manusia_anak_anak_palestina_lindungi_masjid_al_aqsa
Ribuan anak-anak al-Quds beserta orang tua mereka membentuk rantai manusia di kompleks Masjid al-Aqsa.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Aug 07, 2017 14:25 Asia/Jakarta

Ribuan anak-anak al-Quds beserta orang tua mereka membentuk rantai manusia di kompleks Masjid al-Aqsa.

Elit politik menilai tujuan dari rantai manusia yang diciptakan anak-anak al-Quds di kompleks Masjid al-Aqsa pada hari Minggu (6/8) sebagai upaya membela tempat suci ini dan mendorong anak-anak Palestina aktif di masjid ini untuk menuntut cita-cita mereka membentuk negara independen Palestina dengan ibukota al-Quds.

Rezim Zionis untuk meraih ambisi ekspansionisnya dengan mengobarkan ketakutan berencana mencegah kehadiran berbagai eleman masyarakat Palestina di Masjid al-Aqsa. Dengan demikian Zionis senantiasa menyerang Masjid al-Aqsa dan melecehkan tempat suci Islam. Serangan yang mengobarkan intifada al-Quds pada Oktober 2015 hingga kini menggugurkan 350 warga Palestina dan menciderai sejumlah lainnya. Selain itu, sejumlah warga Palestina juga ditangkap aparat keamanan Israel.

Langkah petinggi Israel melanjutkan pelecehan terhadap kesucian Masjid al-Aqsa mengindikasikan kecongkakan rezim penjajah ini dalam melanggar sakralitas Islam. Israel melalui langkahnya tersebut dan mengukur reaksi bangsa Palestina serta Muslim dunia terhadap langkah mereka, tengah berusaha menindaklanjuti kebijakan hegemoni dan merusaknya terhadap Masjid al-Aqsa.

Di kondisi seperti ini, reaksi luas bangsa Palestina baik anak-anak, pemuda dan orang dewasa terhadap rezim Zionis dan langkah serius untuk mencegah rezim ini melanjutkan pelanggaranya terhadap Masjid al-Aqsa merupakan langkah penting. Pembentukan pagar manusia melawan rezim Israel dapat dianalisa sebagai upaya untuk merealisaikan langkah tersebut. Gelombang luas kutukan terhadap rezim Zionis karena aksi brutal dan pelecehan terhadap Masjid al-Aqsa mengindikasikan sensitifitas umat Muslim terhadap sakralitas Islam.

Babak baru kebangkitan rakyat Palestina (intifada al-Quds) merupakan titik balik sejarah perjuangan bangsa tertindas ini dan kembali menguak kekokohan kebangkitan rakyat Palestina. Kebangkitan luas bangsa Palestina melalui intifada al-Quds seperti intifada sebelumnya berhasil merusak seluruh konstelasi dan program yang telah disusun Israel untuk menguasai lebih besar berbagai wilayah Palestina khususnya al-Quds dan rezim ini kembali  mengalami kegagalan telak.

Ketika Israel tenggelam dalam mimpi-mimpi indahnya berkat proses perdamaian yang berjalan bertahun-tahun di Timur Tengah dan kinerja lunak serta bersahabat sejumlah pemerintah Arab dan proses pendudukan yang berkepanjangan serta menganggap resistensi bangsa Palestina mulai surut, rezim ini malah menghadapi kebangkitan besar bangsa Palestina yang berhasil menggoyangkan sendi-sendi rezim Tel Aviv.

Berlanjutnya intifada baru al-Quds terjadi ketika operasi anti Zionis oleh warga Palestina semakin luas dan mematikan. Para pemuda Palestina menekankan akan melanjutkan aksinya hingga tujuan mereka terealisasi. Kabinet Netanyahu tidak mampu menghentikan kebangkitan rakyat Palestina dan mesin-mesin perang rezim Zionis juga gagal melawan kebangkitan rakyat tertindas ini. Sementara itu, intifada al-Quds juga membuat Israel mengalami kebuntuan di bidang keamanan, militer, ekonomi dan politik.

Pagar manusia yang dibentuk oleh anak-anak dan remaja Palestina sebagai simbol dukungan mereka terhadap intifada al-Quds mengindikasikan bahwa bukan saja intifada rakyat Palestina padam, bahkan bangsa ini melalui persatuan dan solidaritasnya selangkah lebih maju dalam mengobarkan babak baru perjuangan mereka melawan Israel. Dalam hal ini, generasi muda Palestina menjadi pelopor. (MF)