Reaksi Hizbullah Atas Serangan Lancang AS ke Konvoi Daesh
Gerakan Hizbullah Lebanon dalam sebuah pernyataan menyebutkan, "Serangan Amerika Serikat ke konvoi yang membawa para teroris Takfiri Daesh menuju Deir El-Zor, sama sekali tidak ada kaitannya dengan program pemberantasan terorisme."
Hizbullah Lebanon pada Sabtu (2/9/2017) menyatakan, jet-jet tempur Amerika Serikat menghalangi gerakan bus-bus yang mengangkut anasir Daesh dan keluarga mereka di timur laut Lebanon menuju Deir El-Zor, Suriah, dan mengepung mereka di padang pasir."
Pasca kekalahan dalam pertempuran melawan militer dan Hizbullah Lebanon, kelompok teroris Takfiri Daesh sepakat berunding dengan Hizbullah, dan atas persetujuan pemerintah Suriah, mereka bersedia meninggalkan pangkalan mereka di wilayah perbatasan Lebanon dan Suriah menuju Deir El-Zor, Suriah.
Dengan demikian, sejak beberapa hari terakhir wilayah-wilayah di timur Lebanon telah dibersihkan dari keberadaan anasir Daesh dan bus terakhir yang mengangkut anasir Daesh beserta keluarga mereka meninggalkan dataran tinggi Baalbek, Lebanon.
Namun mendadak Amerika Serikat campur tangan dan melanggar kesepakatan yang telah tercapai dengan melancarkan serangan terhadap iring-iringan bus yang mengangkut anasir Daesh. Aksi pamer Amerika Serikat ini langsung mendapat reaksi keras Hizbullah Lebanon.
Pencegatan relokasi para anasir Daesh menuju Deir El-Zor itu terjadi di saat ribuan teroris Daesh khususnya anasir asing anggota kelompok itu diijinkan keluar dengan aman dari wilayah Tal Afar, Irak, menuju wilayah-wilayah yang dikuasai oleh pasukan Kurdi, dan ini menunjukkan bahwa langkah AS itu tidak ada kaitannya dengan program pemberantasan terorisme.
Aksi pamer AS itu adalah dalam rangka mengesankan sebagai pionir dalam pemberantasan terorisme dan juga menghapus perspektif publik dunia soal kerjasama nyata dan terselubung Washington dengan para teroris serta perannya dalam melahirkan dan membantu kelompok tersebut.
Relokasi anasir Daesh dari timur laut Lebanon dan wilayah perbatasan antara Lebanon dan Suriah menuju Deir El-Zor itu, dicapai dalam kesepakatan yang bertujuan untuk mempersempit zona yang dikuasai Daesh dan agar terfokus di wilayah Suriah. Namun, upaya tersebut dirusak oleh langkah Amerika Serikat yang tentu hanya akan menguntungkan kepentingannya dan rezim Zionis Israel.
Amerika Serikat ingin menjadi pengelola krisis yang telah melanda Timur Tengah agar seluruh tujuannya tercapai di bawah bayang-bayang instabilitas. Sesekali, Washington mengambil langkah-langkah sepihak untuk mengesankan kemampuannya mengontrol krisis di kawasan. Kali ini, ketika tercapai kesepakatan antara kelompok muqawama dan Daesh, koalisi pimpinan AS bergegas bertindak selain menggagalkan kesepakatan dan merusak citra muqawama, juga untuk menampilkan diri sebagai pihak yang terdepan dalam pemberantasan terorisme. Akan tetapi langkah itu, bukan hanya tidak membantu program pemberantasan terorisme, melainkan juga dengan serangan membabi-buta ke berbagai kawasan, Amerika juga sedang melengkapi kejahatan para teroris.
Transformasi regional dan global saat ini semakin mengungkap kebohongan para pejabat AS dalam pemberantasan terorisme. Masyarakat dunia semakin tidak meyakini janji-janji AS dalam hal ini.(MZ)