Hamas: Senjata Muqawama Tidak Dapat Ditawar
-
Musa Abu Marzook
Deputi Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Musa Abu Marzouk menekankan, gerakan ini menolak membicarakan isu pelucutan senjata muqawama di pertemuan dengan Fatah, dan hal ini tidak akan pernah digulirkan baik di perundingan masa lalu maupun mendatang.
IRNA melaporkan, Musa Abu Marzouk Kamis (28/9) dalam wawancaranya dengan Kantor Berita Anadolu sesi bahasa Arab mengatakan, Hamas telah mengambil langkah mendasar untuk rekonsiliasi, dan sangat fleksibel demi meringankan penderitaan warga Jalur Gaza, persatuan di barisan Palestina dalam memerangi agresor Israel serta Judaisasi al-Quds.
Abu Marzouk terkait pertukaran tawanan dengan rezim Zionis mengatakan, Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu meminta Rusia, Mesir, Turki, Qatar dan negara lainnya untuk menjadi mediator demi terciptanya kesepakatan baru pertukaran tawanan antara Tel Aviv dan Hamas, namun kubu muqawama ini tidak akan bersedia terlibat perundingan baru selama tawanan sebelumnya yang kembali ditangkap tidak dibebaskan.
Anggota senior Biro Politik Hamas seraya menyebut hubungan kelompok ini dengan Republik Islam Iran sangat baik menandaskan, Iran merupakan pendukung utama muqawama Palestina.
"Berdasarkan program Hamas, untuk membuka hubungan dengan Mesir, sejumlah pemimpin gerakan ini akan ditempatkan secara permanen di Kairo sebagai koordinator dan pejabat Mesir juga menyatakan akan membuka jalur penyeberangan Rafah," papar Abu Marzouk. (MF)