Pemimpin Kurdistan Minta Bantuan Israel Hadapi Balasan Irak
-
Masoud Barzani
Sumber-sumber yang dekat dengan pejabat pemerintah wilayah Kurdistan, Irak mengabarkan, para petinggi Partai Demokratik Kurdistan, KDP pimpinan Masoud Barzani meminta rezim Zionis Israel mencegah penutupan bandara-bandara wilayah itu oleh Baghdad.
Pemerintah Irak, Kamis (28/9) mengumumkan penundaan seluruh penerbangan internasional dari dan ke wilayah Kurdistan mulai hari Jumat (29/9) sebagai langkah balasan pertama pemerintah pusat Irak atas penyelenggaraan referendum pemisahan diri wilayah Kurdistan, Senin (25/9/2017).
Referendum yang disinyalir muncul atas ambisi pribadi Barzani itu tetap dilaksanakan meski mendapat penentangan luas dari dunia dan reaksi tegas pemerintah Baghdad. Langkah Barzani tersebut dinilai telah melanggar konstitusi Irak dan hukum internasional.
Kantor berita resmi Irak mengutip sejumlah sumber Kurdi, Kamis (28/9) melaporkan, beberapa pejabat Partai Demokratik Kurdistan, KDP meminta Israel untuk menekan pemerintah Amerika Serikat agar turun tangan mendesak Baghdad mencabut keputusannya menutup dua bandara wilayah Kurdistan.
Para petinggi partai pimpinan Masoud Barzani sehari setelah referendum meminta Israel mengintervensi krisis Erbil-Baghdad lewat tangan Amerika.
Menurut sumber Kurdi, sebuah delegasi tingkat tinggi Kurdistan afiliasi Masoud Barzani melakukan negosiasi dengan Israel seputar kondisi delegasi Israel, Amerika dan Eropa yang ada di wilayah Kurdistan, Irak pasca penutupan bandara-bandara tersebut.
Israel bernafsu memecah belah negara-negara independen dan Muslim di kawasan dan menyatakan dukungannya atas pemisahan diri wilayah Kurdistan dari Irak. Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel mengatakan, pemisahan diri wilayah Kurdistan dari Irak menguntungkan Tel Aviv. (HS)