Jubir al-Hashd al-Shaabi: Referendum di Kurdistan Mengejar Tujuan Daesh
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i45155-jubir_al_hashd_al_shaabi_referendum_di_kurdistan_mengejar_tujuan_daesh
Juru bicara pasukan relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi menggambarkan referendum pemisahan Kurdistan dari Irak sebagai langkah ilegal dan hasilnya berbahaya serta tidak dapat diperkirakan
(last modified 2026-03-21T17:31:19+00:00 )
Sep 30, 2017 17:04 Asia/Jakarta
  • Ahmad al-Asadi, juru bicara pasukan relawan Irak.
    Ahmad al-Asadi, juru bicara pasukan relawan Irak.

Juru bicara pasukan relawan Irak, al-Hashd al-Shaabi menggambarkan referendum pemisahan Kurdistan dari Irak sebagai langkah ilegal dan hasilnya berbahaya serta tidak dapat diperkirakan

Ahmad al-Asadi mengungkapkan hal itu dalam wawancara dengan televisi al-Mayadeen baru-baru ini ketika menegaskan bahwa Masoud Barzani memimpin Kurdistan secara ilegal.

"Referendum pemisahan Kurdistan dari Irak tidak memiliki tujuan dan hasil yang berbeda dengan yang dikejar kelompok teroris Daesh (ISIS), di mana mereka ingin membagi wilayah Irak," kata al-Asadi seperti dilansir FNA.

Ia juga menegaskan pentingnya untuk menjaga persatuan Irak, dan menjelaskan, al-Hashd al-Shaabi tidak akan membiarkan para separatis memisahkan warga Kurdi dengan saudara-saudara Irak lainnya.

Juru bicara Hashd al-Shaabi menyebut rezim Zionis Israel sebagai satu-satunya pendukung referendum pemisahan Kurdistan dari Irak.

"Tujuan Israel adalah untuk mengacaukan situasi Irak," ujarnya.

Hanya beberapa hari pasca penyelenggaraan referendum pemisahan Kurdistan dari Irak, gelombang protes terhadap langkah ilegal Barzani dimulai.

Meski ada penentangan dunia dan reaksi tegas pemerintah Irak, namun referendum pemisahan Kurdistan dari negara Arab ini tetap digelar oleh Barzani pada 25 September 2017. (RA)