Hamas: Rekonsiliasi dengan Fatah, Pilihan Strategis untuk Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i45785-hamas_rekonsiliasi_dengan_fatah_pilihan_strategis_untuk_palestina
Salah satu anggota Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, rekonsiliasi Hamas dan Fatah merupakan pilihan strategis bagi rakyat Palestina.
(last modified 2026-05-06T17:35:17+00:00 )
Okt 12, 2017 10:37 Asia/Jakarta
  • Izzat al-Risheq, anggota Hamas.
    Izzat al-Risheq, anggota Hamas.

Salah satu anggota Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) mengatakan, rekonsiliasi Hamas dan Fatah merupakan pilihan strategis bagi rakyat Palestina.

"Kami berharap Gerakan Hamas dan Fatah menggambarkan dan menyiapkan peta jalan dalam kerangka Rekonsiliasi Nasional, sebab, peta jalan ini akan membawa semua rakyat Palestina dalam sebuah kapal menuju kebebasan dan persatuan," kata Izzat al-Risheq pada Rabu (11/10/2017) seperti dilansir IRNA.

Sementara itu, Azzam al-Ahmad, Wakil Gerakan Fatah mengatakan, masalah perkantoran dan kementerian-kementerian di Jalur Gaza termasuk isu yang dibahas dalam dialog antarkedua belah pihak.

Sejak 2007, Kementerian-kementerian tersebut berada di bawah pengelolaan Hamas dan gerakan ini telah sepakat pada bulan lalu untuk menyerahkannnya kepada Fatah.

Al-Ahmad menegaskan, evaluasi tentang nasib sekitar 50.000 pegawai pemerintah yang dipekerjakan Hamas selama ini dan isu keamanan di Gaza adalah masalah lain yang dibicarakan dalam perundingan Rekonsiliasi Nasional Palestina.

Menurut al-Ahmad, Fatah dan Hamas berharap perundingan kedua belah pihak akan menciptakan dasar pengurangan pembatasan yang dipaksakan di penyeberangan-penyeberangan perbatasan Gaza, sehingga perekonomian di daerah ini akan berkembang.

Delegasi-delegasi perunding Gerakan Fatah dan Hamas mengeluarkan pernyataan bersama pada Rabu pasca berakhirnya babak pertama perundingan Rekonsiliasi Nasional Palestina di Kairo, ibukota Mesir yang belangsung selama 10 jam.

Hamas dan Fatah menggambarkan putaran pertama perundingan Rekonsiliasi Palestina di Kairo sebagai positif dan konstruktif. (RA)