Wakil Sekjen Hizbullah: Trump Pengingkar Janji
-
Sheikh Naim Qassem, Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon.
Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon mengatakan, Donald Trump, Presiden Amerika Serikat menurut pandangan rakyat Lebanon dan negara-negara dunia adalah pengingkar janji dan tiran.
Sheikh Naim Qassem mengatakan hal itu ketika mereaksi ancaman Trump untuk membatalkan perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) dan memberlakukan sanksi-sanksi baru terhadap Republik Islam Iran.
"Trump menderita atas kegagalan AS dalam kasus-kasus di kawasan dan sedang berusaha untuk memaksakan kebijakan-kebijakannya terhadap bangsa-bangsa regional, namun hingga sekarang gagal, dan tidak akan pernah berhasil," imbuh Sheikh Qassem seperti dilansir situs al-Ahed.
Sheikh Qassem menuturkan, pembenaran palsu Presiden AS untuk membatalkan kesepakatan nuklir atas klaim bahwa Iran tidak komitmen dengan perjanjian ini disampaikan Trump ketika Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan semua negara besar dunia menegaskan kepatuhan Iran terhadap kesepakatan tersebut.
Menurut Wakil Sekjen Hizbullah itu, kebijakan Trump tidak hanya membahayakan rakyat AS, namun juga membahayakan semua masyarakat dunia.
"Trump berusaha mengkompensasi kegagalan-kegagalannya di kawasan, termasuk di Suriah, dan tidak bisa mentolerir kuatnya Repulik Islam Iran," ujarnya.
Sheikh Qassem lebih lanjut menyinggung kelanjutan perjuangan Hizbullah untuk menumpas kelompok-kelompok teroris takfiri hingga keluarnya mereka dari kawasan Timur Tengah.
"Rezim Zionis (Israel) akan tetap menjadi musuh utama Palestina dan Lebanon dan wilayah pendudukan harus dibebaskan dari cengkeraman rezim ini," pungkasnya. (RA)