Trik Saudi untuk Melibatkan PBB dalam Blokade Yaman
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i47315-trik_saudi_untuk_melibatkan_pbb_dalam_blokade_yaman
Gelombang luas tuduhan dan kebohongan rezim agresor Arab Saudi terhadap rakyat Yaman berlanjut. Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mengklaim bahwa Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah menggunakan Pelabuhan al-Hudaydah untuk menyelundupkan rudal balistik dan mereka menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengontrol pelabuhan tersebut.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Nov 26, 2017 15:28 Asia/Jakarta

Gelombang luas tuduhan dan kebohongan rezim agresor Arab Saudi terhadap rakyat Yaman berlanjut. Koalisi Arab pimpinan Arab Saudi mengklaim bahwa Gerakan Rakyat Yaman, Ansarullah menggunakan Pelabuhan al-Hudaydah untuk menyelundupkan rudal balistik dan mereka menuntut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengontrol pelabuhan tersebut.

Tuduhan itu dilontarkan rezim Al Saud ketika para pejabat Yaman telah berulang kali mengumumkan bahwa rudal-rudal balistik negara ini adalah cadangan militer Yaman yang dikembangkan dan disempurnakan oleh kekuatan dalam negeri.

Melalui tudingan dan proyeksi seperti itu, Arab Saudi berusaha untuk menutupi berbagai kegagalannya dalam menghadapi meningkatnya kekuatan perlawanan rakyat Yaman yang dipimpin oleh Ansarullah.

Arab Saudi mengobarkan perang terhadap rakyat Yaman dan membantai rakyat di negara tetangganya ini dalam kerangka memperluas kebijakan permusuhannya di kawasan, namun Riyadh belum merasa cukup dengan kejahatan tersebut dan terus berusaha untuk mengintensifkan tekanan terhadap rakyat Yaman.

Upaya tersebut dilakukan dengan cara memblokade rakyat Yaman bersamaan dengan serangan udara yang dilakukan hampir setiap hari. Arab Saudi berusaha melegitimasi berbagai tindakannya untuk meningkatkan blokade terhadap rakyat Yaman dan memajukan tujuan imperialistiknya dengan cara melontarkan tuduhan dan klaim tak berdasar anti-Yaman.

Setelah melontarkan klaim tentang penyelundupan senjata dan amunisi ke Yaman melalui Pelabuhan al-Hudaydah, Arab Saudi mengumumkan wilayah tersebut sebagai zona militer dan mulai berusaha untuk menghentikan aktivitas pelabuhan itu dan bahkan merusaknya.

Dalam kondisi itu, Arab Saudi juga berusaha melibatkan PBB untuk memblokade penuh Yaman dan memberikan tekanan terhadap rakyat negara ini serta mengeluarkan berbagai wilayah dari kontrol pemerintah Yaman. Pelibatan PBB dilakukan untuk mengurangi protes opini publik agar rezim Al Saud semakin mudah  untuk melakukan langkah berikutnya guna mendominasi berbagai wilayah Yaman.

Agresi militer Arab Saudi ke Yaman dan blokade laut, darat dan udara negara ini telah menyebabkan puluhan ribu warga Yaman tewas dan terluka. Sayangnya, PBB mengabaikan kondisi buruk rakyat Yaman yang diserang dan diblokade oleh pasukan agresor pimpinan Arab Saudi. Penderitaan mereka kian hari bertambah dan semakin parah setelah menyebarnya penyakit kolera akibat hancurnya infrastruktur kesehaatan Yaman.

Pelabuhan al-Hudaydah Yaman.

Pelabuhan al-Hudaydah adalah satu-satunya sarana untuk masuknya bantuan kemanusiaan seperti bahan makanan dan kesehatan untuk rakyat Yaman. Hampir 80 persen bahan makanan dan obat-obatan sampai ke mereka melalui pelabuhan ini. Oleh sebab itu, Pelabuhan al-Hudaydah menjadi fokus Arab Saudi untuk meningkatkan blokade terhadap Yaman.

Dengan demikian, segala bentuk tindakan PBB yang sejalan dengan kebijakan Riyadh untuk memblokade Yaman maka itu adalah lampu hijau lembaga dunia itu untuk kelanjutan kejahatan Al Saud di Yaman.

Ismail Ould Cheikh Ahmed, Utusan Khusus PBB untuk Yaman yang berada di bawah pengaruh dikte Arab Sudi, telah menyampaikan perencanaan yang sejalan dengan tujuan Riyadh untuk mendominasi Pelabuhan al-Hudaydah, namun setelah menuai protes dari opini publik, ia terpaksa mundur dan melewatkan rencannya.

Dalam posisi terbaru, PBB menentang usulan Arab Saudi untuk mengintensifkan pemeriksaan di Pelabuhan al-Hudaydah, di mana perkembangan ini mengindikasikan kegagalan rezim Al Saud dalam kebijakannya di Yaman.

Kejahatan terbaru Arab Saudi di Yaman paca kegagalannya di negara ini dan kegagalan kebijakannya di Suriah dan Irak –disebabkan hancurnya kelompok-kelompok teroris takfiri di kedua negara ini yang didanai dan dipersenjatainya– telah membuat para pejabat Riyadh kebingungan.

Para pengamat menilai berbagai kejahatan Arab Saudi di Yaman sebagai upaya negara itu untuk menutupi berbagai kegagalannya tersebut, namun ini juga lonceng tanda bahaya yang mengindikasikan peningkatan pembunuhan terhadap rakyat Yaman oleh rezim Al Saud. (RA)