Irak dan Rusia Bangun Hubungan Istimewa
-
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmad Mahjoub.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Irak, Ahmad Mahjoub mengatakan, Irak memiliki hubungan yang istimewa dengan Rusia, dan kami menyerukan perluasan hubungan lebih lanjut antara kedua negara.
Kantor berita IRIB melaporkan, Ahmad Mahjoub pada Selasa (28/11/2017) menjelaskan bahwa kebijakan luar negeri Irak didasarkan pada membangun hubungan dengan semua negara dunia atas dasar kepentingan kolektif.
"Kontrak minyak di wilayah Kurdistan Irak dengan perusahaan-perusahaan global, termasuk Rosneft, harus dilakukan dengan pemerintah pusat Baghdad," tegasnya.
Mahjoub menuturkan, Irak dan Rusia sedang menyelesaikan masalah yang muncul akibat penandatanganan kontrak minyak Moskow dengan Wilayah Kurdistan Irak.
Mengacu pada komentar terbaru mantan Pemimpin Kurdistan Irak Masoud Barzani bahwa tidak ada yang bisa membatalkan hasil referendum di wilayah tersebut, Mahjoub menegaskan, "Kasus ini telah ditutup setelah pemerintah pusat Irak menolak referendum dan menganggapnya inkonstitusional."
Mahkamah Agung Federal Irak, yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan sengketa antara pemerintah pusat dan daerah, baru-baru ini mengumumkan bahwa referendum pemisahan diri wilayah Kurdistan dari Irak, tidak sah dan ilegal. (RM)