Hamas Peringatkan Rencana Pemindahan Kedutaan AS ke Quds
-
Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas).
Gerakan Hamas memperingatkan tentang penetapan Quds sebagai ibukota rezim Zionis oleh Presiden AS Donald Trump, dan menyerukan digelarnya Intifada Quds untuk menggagalkan konspirasi tersebut.
Seperti dilaporkan IRNA, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) dalam sebuah pernyataan, Sabtu (2/12/2017) mengatakan, rencana Trump merupakan invasi ke kota Quds, melegitimasi kehadiran rezim penjajah di Quds serta memberikan lampu hijau untuk melanjutkan kejahatan dan mengusir orang-orang Palestina.
"Quds adalah wilayah Palestina, Arab dan Islam, dan keputusan pemerintah AS adalah pelanggaran hukum internasional mengenai Quds," tegasnya.
Hamas meminta warga Palestina untuk berdiri teguh melawan keputusan kejam itu dan melancarkan Intifada Quds untuk menggagalkan konspirasi tersebut.
Hamas juga menyeru pemerintah dan bangsa-bangsa Arab dan Muslim untuk melaksanakan tanggung jawabnya dan melawan rencana AS sehingga ia tidak dapat diwujudkan.
Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan, Presiden Donald Trump mempertimbangkan kapan harus menindaklanjuti janjinya untuk memindahkan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Quds.
Dia menegaskan bahwa Trump secara aktif mempertimbangkan baik waktu maupun prosedur untuk melakukan tindakan tersebut. (RM)