Peraih Nobel Perdamaian Yaman Sebut Rezim UEA Teroris
-
mendiang Ali Abdullah Saleh (kiri) dan Raja UEA
Peraih penghargaan Nobel Perdamaian asal Yaman, Tawakkol Karman, mengkritik pernyataan Menteri Penasehat Luar Negeri Uni Emirat Arab soal kelompok Ikhwanul Muslimin.
IRNA melaporkan, Karman dalam mereaksi pernyataan Anwar Qarqash, Menteri Penasehat Luar negeri UEA yang menyebut kelompok Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris, mengatakan, "Uni Emirat Arab dan pemerintahannya saat ini adalah teroris."
Berbicara soal pertemuan Muhammad bin Zayed, pangeran mahkota Abu Dhabi dengan Muhammad al-Yadumi, Ketua Partai Reformasi Yaman di Riyadh, Menteri Penasehat UEA, Anwar Qarqash mengatakan bahwa Partai Reformasi Yaman telah memutus hubungan dengan kelompok teroris Ikhwanul Muslimin.
Tawakkol Karman menambahkan, Ikhwanul Muslimin adalah sebuah kelompok perjuangan mewujudkan kebebasan dan bukan kelompok teroris.
Karman adalah aktivis politik, jurnalis, penyair dan sastrawan yang pada tahun 2011 mendapat penghargaan Nobel Perdamaian.
Arab Saudi dan Uni Emirat Arab berinteraksi dengan Partai Reformasi Yaman di saat terjadi berbagai bentrokan pada bulan Desember di Sanaa yang berujung pada tewasnya mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh.
Para pengamat menilai tewasnya Ali Abdullah Saleh dan kekalahan pasukan yang berafiliasi dengannya, merupakan kekalahan besar untuk koalisi Saudi-UEA.(MZ)