Hizbullah Sesalkan Hubungan Negara Arab dengan Israel
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i49035-hizbullah_sesalkan_hubungan_negara_arab_dengan_israel
Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Lebanon menyesalkan berlanjutnya hubungan sebagian negara kawasan dengan rezim Zionis Israel.
(last modified 2026-05-10T18:00:53+00:00 )
Jan 01, 2018 10:52 Asia/Jakarta
  • Hizbullah Lebanon
    Hizbullah Lebanon

Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, Lebanon menyesalkan berlanjutnya hubungan sebagian negara kawasan dengan rezim Zionis Israel.

Kantor berita Rasa (1/1) melaporkan, Syeikh Ali Damush, Ahad (31/12) dalam acara solidaritas untuk Al Quds di wilayah Maroun Al Ras, dekat perbatasan Lebanon-Palestina pendudukan, menilai reaksi negara-negara Arab atas keputusan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang mengakui Al Quds sebagai ibukota Israel, 6 Desember lalu, tidak cukup.

Ia menuturkan, berlanjutnya hubungan negara-negara Arab dengan Israel, tanpa disertai langkah apapun untuk membungkam kelancangan Trump terhadap seluruh bangsa dunia, sungguh disesalkan.

Menurut Syeikh Damush, masalah Palestina adalah garis depan dan prioritas negara-negara Muslim. Langkah anti-Al Quds, Amerika, katanya, merupakan kesempatan nyata bagi Palestina dan telah membangkitkan api semangat perlawanan dalam Intifada.

Saudi dan Israel

Ia menegaskan, rakyat Palestina tidak mungkin mundur dari tanah airnya walau sejengkal meski rezim penjajah dan para pendukungnya terus menekan.

Wakil Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah itu menjelaskan, upaya musuh sampai kapanpun tidak akan bisa mematikan intifada dan perlawanan Palestina, serta menjauhkan bangsa ini dari tanahnya.

Ia menambahkan, Hizbullah selalu bersama rakyat Palestina dan melakukan langkah apapun yang diperlukan untuk menolong rakyat Palestina dan mempertahankan Al Quds sebagai ibukota abadi Palestina.

Setelah berlalu enam dekade pendudukan Israel dan kejahatan terhadap rakyat Palestina, beberapa rezim Arab termasuk Al Saud dan Al Khalifa justru terang-terangan memulihkan hubungan dengan rezim penjajah itu. (HS)