Makar Disintegrasi Yaman oleh Saudi dan UEA
-
militan pro-UEA di Yaman selatan
Perdana Menteri Pemerintah Keselamatan Nasional Yaman, Abdulaziz bin Habtour pada hari Kamis menyatakan bahwa Arab Saudi dan UEA berusaha membagi Yaman menjadi dua bagian dan menggabungkannya ke dalam wilayah mereka.
Abdulaziz bin Habtour, menegaskan bahwa Arab Saudi memfokuskan perhatiannya pada "Yaman Utara" sementara Uni Emirat Arab ke "Yaman Selatan". Transformasi di kawasan ini menunjukkan bahwa transformasi Yaman menjadi ajang persaingan pasukan agresor UEA dan Arab Saudi telah menimbulkan dampak berbahaya bagi Yaman dan kawasan, termasuk makar disintegrasi Yaman.
UEA dan Arab Saudi telah sepakat untuk saling bekerjasama selama agresi mereka di Yaman dalam hal pembagian wilayah. Berdasarkan kesepakatan tersirat tersebut, Arab Saudi berusaha menguasai Yaman Utara, dan Uni Emirat Arab akan mendukung milisi koalisi di provinsi-provinsi selatan untuk menguasai wilayah tersebut. Dalam kondisi tersebut, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab sedang berkoordinasi dengan antek-antek mereka di dalam Yaman untuk merebut wilayah Yaman dan mengubah struktur demografis yang akan menguntungkan mereka serta membangun pangkalan militer.
Menganalisa praktik regional UEA menunjukkan bahwa negara tersebut mencoba meningkatkan pengaruhnya di antara negara Arab dan tidak ingin ketinggalan dari Arab Saudi dengan tetap menjaga jarak aman dengan Riyadh. Di saat kebijakan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab selaras dan bekerjasama dalam perang Yaman, akan tetapi kedua negara itu menunjukkan sikap yang berbeda di atas panggung politik Yaman. Dengan demikian ketamakan kedua negara nyaris menciptakan konflik antara antara dua kekuatan agresor tersebut.
Khalil al-Miqdad, seorang analis politik Yaman mengatakan, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab bertanggung jawab atas kondisi di Yaman, mereka berusaha mengendalikan situasi - namun masalahnya telah di luar kendali mereka. Satu-satunya hasil dari perang di Yaman, adalah kematian, penyakit dan kehancuran.
Tawakkol Karman, seorang aktivis Yaman dan pemenang penghargaan Nobel Perdamaian, juga menekankan bahwa Arab Saudi dan UEA menipu dan berusaha membasmi rakyat dan menghancurkan infrastruktur Yaman serta menjarah kekayaan negara. Ditujukan kepada koalisi Saudi-Emirat yang mengklaim berusaha menyelamatkan Yaman, Karman berkata, "Kalian berusaha membagi Yaman menjadi negara-negara kecil untuk mewujudkan politik penjajahan kalian di Yaman."
Arab Saudi dan sekutunya melancarkan serangan ke Yaman sejak 26 Maret 2015, dengan dalih mengembalikan kekuasaan pemerintah Yaman yang telah mengundurkan diri serta melanjutkan hegemoninya di Yaman. Intervensi Saudi-Emirat di Yaman harus dilihat dari sudut pandang keselarasannya dengan ketamakan para penguasa rezim Al Saud dan Al Nahyan serta Barat terhadap negara yang sangat strategis itu.
Konspirasi disintegrasi Yaman oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah diupayakan selama bertahun-tahun oleh Barat guna memecah negara-negara di kawasan dalam proyek bernama "Timur Tengah baru". Dan makar tersebut dilaksanakan oleh negara-negara Arab. (MZ)