Abaikan Ancaman Israel, Warga Palestina Lanjutkan Pawai
-
tentara Israel
Para pengunjuk rasa Palestina, pada Jumat (6/2/2018), berkonsentrasi di perbatasan Gaza dalam sebuah pawai terbesar anti-pendudukan sejak Jumat lalu, setelah militer Israel menembak dan menggugurkan 20 warga Palestina yang tidak bersenjata.
Ratusan pengunjuk rasa berada dekat pagar yang memisahkan Jalur Gaza dari wilayah pendudukan Israel, dan jumlah mereka diperkirakan akan mencapai sekitar 30.000.
Pada 30 Maret dimulai gerakan protes damai selama enam minggu di Jalur Gaza atau yang disebut dengan “Pawai Akbar Hak untuk Kembali.”
Protes massal itu berubah menjadi insiden berdarah ketika pasukan militer Israel secara brutal menembaki warga Palestina guna membubarkan pawai mereka.
Sebelumnya, dilaporkan seorang warga Palestina gugur syahid karena parahnya luka tembak yang dideritanya pekan lalu. Dengan demikian, korban tewas dari aksi militer brutal Israel menjadi 20 syahid, dan sekitar 1.500 lainnya terluka.
Ribuan warga Palestina telah mendirikan tenda-tenda di dekat pagar perbatasan Jalur Gaza selama sepekan terakhir.
Di lain pihak, Israel telah mengerahkan kendaraan militer dan pasukan khususnya, termasuk unit sniper ke perbatasan Gaza. Militer Israel juga memberikan ijin tembak kepada unit-unit yang ditempatkan di perbatasan Jalur Gaza.