Amnesty International: Al Khalifa Harus Akui Hak Rakyat Bahrain
-
Amnesty International
Amnesty International Sabtu malam (08/4) dalam sebuah pernyataan menekankan, para pejabat rezim Al Khalifa harus mengakui hak rakyat Bahrain terkait kebebasan beraktivitas, berkumpul secara damai dan kebebasan berpendapat.
Sebelumnya, Amnesty International telah berkali-kali meminta rezim Al Khalifa menghormati hak-hak rakyat Bahrain.
Bahrain sejak 14 Februari 2011 menjadi ajang revolusi rakyat anti rezim Al Khalifa.
Rakyat Bahrain menuntut kebebasan, terciptanya keadilan, menghilangkan diskriminasi dan berkuasanya pemerintah yang dipilih rakyat, tapi rezim Al Khalifa dengan bantuan militer Arab Saudi dan aparat keamanan Uni Emirat Arab dalam bentuk pasukan "Perisai Jazirah" yang ditempatkan di Bahrain guna menumpas protes rakyat negara ini.
Rezim Al Khalifa berusaha mematikan api protes rakyat negara ini dengan mengangkapi banyak pemimpin oposisi lalu membuat tuduhan palsu dan menjatuhkan hukuman penjara yang sangat lama.
Sesuai dengan sumber-sumber hak asasi manusia, Bahrain sebagai negara terkecil di Asia Barat ternyata memiliki tawanan politik terbanyak.