Amnesty International: Genosida Palestina Belum Berhenti
-
Amnesti Internasional
Pars Today - Amnesty International mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa genosida penduduk Jalur Gaza oleh rezim Zionis belum berhenti dan dunia tidak boleh tertipu.
Menurut laporan IRNA pada Sabtu (29/11/2025) pagi dari Palestine Today, Amnesty International menambahkan dalam pernyataannya, "Rezim Zionis Israel terus memaksakan kondisi kehidupan yang tidak layak kepada penduduk Jalur Gaza dengan tujuan menghancurkan mereka secara materi."
Pernyataan ini menambahkan, Tentara Israel saat ini menduduki 58 persen wilayah Jalur Gaza.
"Warga Palestina dikepung di dalam wilayah seluas setengah wilayah Jalur Gaza," imbuh Amnesti Internasional.
Sebelumnya, Hazem Qassem, Juru Bicara Gerakan Hamas menyatakan bahwa Jalur Gaza menghadapi bencana yang semakin besar dengan datangnya sistem cuaca baru yang dingin. Hujan dan dingin ekstrem telah membanjiri tenda-tenda pengungsi, dan ribuan orang yang paling rentan di masyarakat, termasuk anak-anak, perempuan, dan orang sakit, terjebak dalam kondisi yang sulit dan tidak manusiawi.
Ia menilai situasi saat ini sebagai akibat dari pengepungan yang berkelanjutan, terhambatnya pembangunan kembali, kerusakan infrastruktur yang meluas, dan kondisi cuaca yang keras, serta menekankan bahwa proses ini merupakan bentuk lain dari berlanjutnya perang genosida terhadap rakyat Gaza, yang kini telah dilanjutkan dengan alat-alat berupa kedinginan, kelaparan, dan tunawisma.
Juru bicara Hamas juga meminta lembaga-lembaga internasional dan regional, termasuk Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk segera mengambil tindakan guna menyediakan tempat berlindung, pakaian, fasilitas pemanas, dan bantuan kemanusiaan penting.
Qassem lebih lanjut memperingatkan bahwa dengan datangnya musim dingin, akan sangat sulit bagi penduduk Gaza yang terusir untuk bertahan dalam kondisi seperti itu, dan tindakan global yang mendesak dan efektif diperlukan.(sl)