Kekalahan Historis Israel terhadap Iran Setelah Dua Dekade Perencanaan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i181296-kekalahan_historis_israel_terhadap_iran_setelah_dua_dekade_perencanaan
Pars Today - Sumber-sumber Amerika dan Israel telah mengonfirmasi bahwa rezim Zionis selama dua puluh tahun merencanakan serangan terhadap Iran, tapi pada akhirnya keluar dari perang ini tanpa mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
(last modified 2025-11-30T04:05:52+00:00 )
Nov 30, 2025 11:00 Asia/Jakarta
  • Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu
    Perdana Menteri Rezim Zionis Benjamin Netanyahu

Pars Today - Sumber-sumber Amerika dan Israel telah mengonfirmasi bahwa rezim Zionis selama dua puluh tahun merencanakan serangan terhadap Iran, tapi pada akhirnya keluar dari perang ini tanpa mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Majalah Zionis Jerusalem Post pada 16 Oktober 2024 dalam sebuah laporan berjudul “Di balik rencana rahasia 20 tahun Israel untuk menyerang Iran” mengungkapkan bahwa rezim Zionis selama dua dekade, dengan menghabiskan miliaran dolar, telah mengembangkan berbagai jenis amunisi khusus termasuk rudal jarak jauh dan bom penghancur bunker.

Tujuan utama proyek ini adalah serangan terhadap fasilitas nuklir Iran, yang menurut laporan FNA, fasilitas yang terletak di kedalaman tanah dan di samping pangkalan rudal balistik Iran. Karakteristik ini memaksa tentara Israel menghabiskan dua puluh tahun penuh untuk mempersiapkan serangan semacam itu.

Image Caption

Pada akhir dekade 2000-an, industri pertahanan Israel memperkenalkan dua rudal serang jarak jauh yang dapat diluncurkan dari jet tempur. Meskipun rincian jangkauan rudal tersebut tidak dipublikasikan, desainnya menunjukkan bahwa rudal itu dibuat untuk menyerang dari luar jangkauan sistem pertahanan Iran.

Menurut Jerusalem Post, rudal “Rampage” yang awalnya dirancang untuk peluncuran darat-ke-darat kemudian didesain ulang agar dapat ditembakkan dari jet tempur F-15, F-16, dan F-35. Harga setiap rudal ini diperkirakan mencapai ratusan ribu dolar.

Image Caption

Dengan dimulainya perang 12 hari pada 13 Juni 2025, kantor berita Amerika Associated Press melaporkan bahwa serangan Israel terhadap Iran telah lama dipersiapkan selama bertahun-tahun.

Image Caption

Selanjutnya, harian Israel Haaretz pada 25 Juni tahun yang sama dalam sebuah laporan berjudul “Kekalahan vital Israel dari Iran” menegaskan bahwa rezim Zionis telah merencanakan operasi ini dengan cermat selama dua dekade.

Israel kembali dengan tangan kosong

Harian Times of Israel mengutip Netanyahu yang menulis bahwa tujuan utama operasi ini adalah menghancurkan dua ancaman nyata Iran, yaitu program nuklir dan rudal balistik. Ia menekankan bahwa Israel bergerak selangkah demi selangkah untuk mencapai tujuan tersebut dan tidak akan mengakhiri perang sebelum mencapainya.

Image Caption

Netanyahu juga secara terbuka mengakui bahwa proyek utama Israel adalah “Libyaisasi Iran”. Sebuah rencana yang mencakup penghancuran infrastruktur vital, penggulingan pemerintah, dan pemecahan negara. Dalam konteks ini, Jerusalem Post meminta Presiden Amerika untuk menempatkan dukungan terhadap kelompok teroris dan separatis dalam agenda.

Namun, setelah perang berakhir, jelas bahwa Israel tidak mencapai satu pun dari tujuannya. Hanya terkait penghancuran penuh program nuklir Iran muncul spekulasi, hingga laporan intelijen Amerika disampaikan ke Pentagon.

Badan Intelijen Pertahanan Amerika (DIA) menyatakan bahwa aktivitas nuklir Iran hanya tertunda tiga hingga enam bulan. Menurut Reuters, sumber-sumber Amerika yang mengetahui menegaskan bahwa Iran memiliki terowongan yang bahkan bom penghancur bunker GBU-57 seberat 15 ton tidak mampu menembusnya.

Image Caption

Akhirnya, publikasi Amerika The New York Times menerbitkan laporan yang mengonfirmasi bahwa temuan rahasia menunjukkan bahwa serangan AS hanya memblokir pintu masuk ke fasilitas nuklir Iran, tetapi bangunan bawah tanah tetap utuh.

Image Caption