Bin Nayef Bocorkan Skenario Transisi Takhta Raja Saudi
-
Raja Salman dan puteranya Mohammed bin Salman
Putera mahkota Arab Saudi yang disingkirkan mengungkapkan bahwa Mohammed bin Salman sedang mempersiapkan pergantian jabatan puncak kekuasaan menggantikan ayahnya.
Mohammad bin Nayef di twitternya bercuit mengenai kemungkinan naiknya Mohammed bin Salman yang saat ini menjabat putera mahkota Arab Saudi menjadi raja menggeser Salman bin Abdul Aziz Al Saud.
Menurut bin Nayef, jika situasi berjalan sesuai skenario bin Salman, ambisi putera mahkota ini menggantikan ayahnya terwujud tidak akan lebih dari tiga bulan.
Sejak awal raja Salman yang renta dan sakit-sakitan sudah mempersiapkan karpet merah untuk puteranya.
Mohammed bin Salman awalnya diangkat sebagai menteir pertahanan kemudian naik menjadi putera mahkota pada Juni 2017.
Keputusan pengangkatan Mohammad bin Salman sebagai putera mahkota menyalahi tradisi bertahun-tahun rezim Al Saud yang mewariskan tampuk kekuasaan antarsesama saudara, bukan dari ayah ke putera.
Salman bin Abdul Aziz mengangkat anaknya sebagai putera mahkota, padahal Mohammad bin Nayef masih hidup.
Selama masa jabatannya yang belum lama, bin Salman dikenal sebagai pangeran muda yang sangat ambisius, pengobar perang, dan cenderung kurang matang. Oleh karena itu, ia membutuhkan pendukung besar di luar negeri yang membuka jalan bagi Washington untuk mengintervensi urusan Arab Saudi dan Timur Tengah melebihi sebelumnya.
Pangeran Mohammad bin Salman berupaya menempati kursi raja Arab Saudi sebelum ayahnya meninggal dunia. Bahkan dalam sebuah wawancara baru-baru ini secara terbuka menyatakan hanya kematian yang bisa menghalangi dirinya untuk meraih jabatan raja.(PH)