Gelombang Baru Penangkapan di Arab Saudi
-
Mohammed bin Salman
Laman Twitter Ahdjadid menulis, Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi berancana menahan sejumlah besar tokoh agama, mubalig, budayawan dan aktivis politik dikarenakan menentang pandangan dan kebijakannya.
Menurut laporan televisi Alalam hari Senin (16/4), laman Twitter Ahdjadid menambahkan, diprediksi panahanan ini telah dimulai beberapa hari lalu, tapi pangeran Abdulaziz al-Huwairini, Direktur Utama Investigasi Publik meminta penangguhan penahanan tersebut.
Mohammed bin Salman, Putra Mahkota Arab Saudi sejak 4 November 2017 menahan puluhan pangeran, begitu juga sejumlah mantan dan menteri yang menjabat, dimana sebagian dari mereka dilepaskan setelah membayar sejumlah uang.
Rezim Arab Saudi di awal bulan September 2017 menahan puluhan penulis, wartawan, ulama, pakar ekonomi, penulis novel dan penyair dengan pelbagai alasan, khususnya karena tidak berbicara merusak citra Qatar. Bin Salman juga membungkam siapa saja yang mendukung Mohammad bin Nayef, Putra Mahkota yang dilengserkannya.
Sementara para pejabat Arab Saudi dan media-media yang berafiliasi dengan Bin Salman menjustifikasi penahanan itu dengan alasan memerangi korupsi. Sebaliknya, para analis melihat penahanan ini untuk membungkam pihak-pihak yang menentang Mohammed bin Salman menjadi raja.(SL/PH)