Haniyah: Ancaman Israel Perkuat Solidaritas Rakyat Palestina
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i55412-haniyah_ancaman_israel_perkuat_solidaritas_rakyat_palestina
Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyah Jumat (20/4) malam saat mereaksi ancaman rezim Zionis Israel terhadap warga Jalur Gaza mengatakan, ancaman ini mempertebal kekuatan dan kehadiran rakyat Palestina di perbatasan Gaza.
(last modified 2026-03-03T12:22:08+00:00 )
Apr 21, 2018 05:53 Asia/Jakarta
  • Ismail Haniyah
    Ismail Haniyah

Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Ismail Haniyah Jumat (20/4) malam saat mereaksi ancaman rezim Zionis Israel terhadap warga Jalur Gaza mengatakan, ancaman ini mempertebal kekuatan dan kehadiran rakyat Palestina di perbatasan Gaza.

Seperti diberitakan IRNA, Ismail Haniyah menjelaskan, pawai akbar "Hak Kepulangan" dan kekalahan blokade Gaza telah melewati fase pertahanan dan tidak ada yang mampu mencegah tuntutan rakyat Palestina.

 

Kepada Zionis Haniyah mengatakan, kalian harus bersiap-siap menghadapi badai manusia di seluruh perbatasan Palestina baik di dalam maupun di luar bumi pendudukan.

Image Caption

 

Yisrael Katz, menteri intelijen Israel hari Jumat mengancam, jika ada gerakan dari pasukan muqawama anti militer rezim ini, maka Tel Aviv akan memulai rencana teror para pemimpin Hamas di Gaza.

 

Hari Jumat (20/4) digelar aksi demo "Hak Kepulangan" di perbatasan Gaza dan wilayah pendudukan serta telah berjalan selama empat pekan berturut-turut.

 

Pawai akbar ini digelar sejak 30 Maret lalu di Jalur Gaza dan bertepatan dengan Hari Bumi. Aksi damai ini masih terus berlanjut.

 

Sejak 30 Maret hingga 20 April, sebanyak 40 warga Palestina gugur syahid di tangan militer Israel dan lebih dari 4000 lainnya terluka.

 

Mayoritas negara termasuk Republik Islam Iran serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sampai saat ini mengutuk kejahatan rezim Zionis tersebut.

 

Pawai bangsa Palestina di peringatan Hari Bumi mengingatkan keputusan Israel merapas tanah rakyat Palestina pada 30 Maret 1976. Aksi seperti ini digelar setiap tahun.

 

Israel dengan merampas tanah warga Palestina dan membangun distrik Zionis berencana mengubah struktur demografi berbagai wilayah Palestina serta memberikan citra Zionis di kawasan tersebut sehingga hegemoni mereka di Palestina akan tetap langgeng. (MF)