Menlu Lebanon: Poros Perlawanan Milik Seluruh Rakyat
-
Gebran Bassil
Menteri Luar Negeri Lebanon mengatakan, pertahanan militer adalah salah satu bentuk poros perlawanan dan milik seluruh rakyat, tidak terbatas pada garis pemikiran tertentu.
IRIB, Rabu (2/5/2018) mengutip situs berita Al Ahed melaporkan, Menlu Lebanon, Gebran Bassil dalam pidatonya di Bekaa, timur negara itu menuturkan, prinsip relativitas di Lebanon merupakan kesempatan yang baik bagi warga Kristen di wilayah ini untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu.
Bassil menambahkan, para teroris berusaha menguasai kawasan, namun masyarakat kawasan melawan semua simbol-simbol ekstremisme dan terorisme.
Pemilu parlemen Lebanon digelar berlandaskan prinsip relativitas, yaitu seluruh wilayah negara ini dianggap sebagai satu daerah pemilihan dan setiap kelompok sesuai jumlah anggotanya dapat memiliki wakil di parlemen.
Tahap awal pemilu parlemen Lebanon yang diikuti oleh warga Lebanon yang tinggal di Uni Emirat Arab, Oman, Arab Saudi, Qatar, Kuwait dan Mesir, digelar 28 April 2018 berdasarkan ketentuan undang-undang baru negara itu.
Sementara tahap kedua digelar Ahad (29/4/2018) lalu hingga hari berikutnya. Warga Lebanon di Amerika, Kanada, Australia, Pantai Gading, Nigeria, Brasil, Inggris dan Perancis, turut berpartisipasi dalam pemilu ini.
Pemilu parlemen di dalam Lebanon sendiri rencananya akan diselenggarakan pada hari Ahad (6/5/2018) mendatang. (HS)