Hamas: Hubungan dengan Negara Pendukung Palestina harus Berlanjut
-
Anggota Biro Politik Hamas, Mahmoud al-Zahar
Anggota Biro Politik Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) menekankan pentingnya kelanjutan hubungan strategis dengan negara-negara pendukung Muqawama Palestina.
"Hubungan strategis dengan negara-negara pendukung Palestina, di mana Republik Islam Iran berada di garis terdepan, harus dilanjutkan, hingga kita mencapai kondisi untuk terciptanya tujuan umum, yaitu pembebasan Palestina," kata Mahmoud al-Zahar dalam wawancara dengan Alalam, Jumat (4/5/2018).
Dia menegaskan, rakyat Palestina akan membebaskan semua tanah air mereka dan ini adalah slogan Muqawama, di mana tujuan ini tidak mungkin terwujud dengan menjalin kerja sama keamanan dengan rezim Zionis Isrel.
"Satu-satunya faktor yang akan menyebabkan terbebasnya Palestina adalah program Muqawama yang sedang dijalankan oleh Hamas," tegasnya.
Al-Zahar lebih lanjut menuturkan, Pawai Akbar Hak untuk Kembali yang masih berlanjut telah membuat banyak prestasi. Salah satunya, lanjutnya, adalah gagalnya konspirasi rezim Zionis melalui sejumlah pihak yang ingin agar rakyat Palestina bangkit menentang Muqawama, namun justru sebaliknya, mereka bangkit dan turun ke jalan-jalan menentang Israel.
Pawai Damai Hak untuk Pulang Palestina digelar di perbatasan Jalur Gaza sejak 30 Maret 2018 menandai Hari Bumi. Serangan pasukan rezim Zionis terhadap peserta pawai telah merenggut nyawa 50 warga Palestina dan melukai lebih daria 7.000 lainnya. (RA)