Haniyeh Sebut Hari Nakba akan Jadi Hari Nahas Israel
-
Ismail Haniyeh
Kepala Biro Politik gerakan perlawanan Islam Palestina, Hamas mengatakan, rakyat Palestina akan mengubah peringatan 70 tahun penjajahan rezim Zionis Israel atas Palestina atau Hari Nakba, menjadi hari nahas bagi rezim itu.
Tanggal 14 Mei 1948 bertepatan dengan dimulainya penjajahan Israel terhadap Palestina atau yang lebih dikenal sebagai Hari Nakba. Kala itu, atas dukungan dan bantuan Inggris, Israel memulai penjajahannya terhadap rakyat Palestina.
Kantor berita Anadolu, Turki melaporkan, Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, Jumat (11/5/2018) petang dalam unjuk rasa damai besar-besaran, Hak Kembali di timur kamp pengungsian Al Bureij, Jalur Gaza dekat wilayah Palestina pendudukan, menegaskan, tidak ada seorangpun yang bisa mengubah identitas Arab dan Islam, dari Baitul Maqdis.
Jumat ketujuh pawai Hak Kembali yang dinamai "Jumat Peringatan" diikuti oleh rakyat Palestina di perbatasan Gaza dengan wilayah Palestina pendudukan. Dalam pawai kali ini, setidaknya dua warga Palestina gugur diterjang peluru militer Israel dan lebih dari 450 lainnya terluka.
Haniyeh menambahkan, perlawanan dan perjuangan telah mempersatukan seluruh rakyat Palestina di setiap wilayah dalam melawan penjajah.
Ia menandaskan, rakyat Palestina sampai kapanpun tidak akan pernah mengakui para penjajah, dan kubu perlawanan tidak akan pernah meletakkan senjata, bahkan akan memperkuatnya. (HS)