Menyoroti Motif Lawatan Jumblatt ke Arab Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i58446-menyoroti_motif_lawatan_jumblatt_ke_arab_saudi
Walid Jumblatt, ketua Partai Sosialis Progresif Lebanon dilaporkan melawat Arab Saudi dan bertemu dengan Putra Mahkota, Pangeran Mohammad bin Salman.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 11, 2018 02:14 Asia/Jakarta
  • Walid Jumblatt
    Walid Jumblatt

Walid Jumblatt, ketua Partai Sosialis Progresif Lebanon dilaporkan melawat Arab Saudi dan bertemu dengan Putra Mahkota, Pangeran Mohammad bin Salman.

Lebanon tengah melewati masa-masa tenang dan stabil, namun kubu politik negara ini berusaha memperkuat diri di kabinet mendatang. Pemilu parlemen Lebanon digelar 6 Mei 2018.

 

Pasca pemilu parlemen, Saad Hariri kembali dipercaya untuk memimpin pemerintahan dan membentuk kabinet. Meski demikian, baik kekuatan Partai al-Mustaqbal dan Gerakan 14 Maret di parlemen mendatang berkurang, pasalnya dari 128 kursi yang ada koalisi muqawama berhasil meraih lebih dari separuh. Dengan demikian jumlah kursi kubu al-Mustaqbal berkurang.

Pemilu di Lebanon

 

Meski sepertinya tidak ada kendala serius antar kubu politik Lebanon dalam pembentukan kabinet mendatang, namun lobi politik di dalam negeri dan sabotase asing masih tetap ada.

 

Qasem Muhib Ali, mantan kepala bidang Timur Tengah di Kementerian Luar Negeri dan pengamat isu Asia Barat dan dunia Arab terkait hal ini mengatakan, telah jelas bagi semua orang bahwa tim lama yakni Michel Aoun, Saad Hariri dan Nabih Berri akan kembali bertanggung jawab atas Lebanon. Yang bakal mengalami perubahan adalah departemen dan struktur kabinet. Oleh karena itu, setiap kubu tengah mengejar sejumlah posisi di kabinet berdasarkan perolehan suara dan kursi mereka di parlemen.

 

Lawatan Jumblatt ke Arab Saudi digelar di saat ia sebelum penyelenggaraan pemilu parlemen di Lebanon mengkonfirmasikan ketidakpuasan Arab Saudi terhadap dirinya karena protesnya kepada Riyadh soal Yaman dan pengunduran diri Hariri bulan November tahun lalu.

 

Di sisi lain, Jumblatt bertemu dengan MBS di Riyadh ketika putra mahkota ini akhir bulan Mei lalu tidak bersedia bertemu dengan Saad Hariri yang bertanggung jawab membentuk kabinet. Berdasarkan draf struktur pemerintah yang dirilis berbagai media Lebanon beberapa hari lalu, yang disebut-sebut susunan Hariri, kubu Druze pimpinan Walid Jumblatt akan diberi kursi di kabinet.

 

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Jumblatt dalam kunjungannya ke Riyadh membawa pesan Saad Hariri kepada MBS dan petinggi Saudi serta memiliki misi lobi terkait pembentukan kabinet.

 

Pemberian peran kepada Arab Saudi untuk menentukan susunan kabinet Lebanon dapat berujung pada kesulitan dan kendala baru bagi pembentukan pemerintah di negara ini, karena pemerintah Saudi saat ini yang berada di tangan MBS, selain memiliki permusuhan nyata terhadap Hizbullah, juga memiliki pengalaman intervensi negatif dalam urusan internal negara-negara kecil Arab seperti Lebanon.

 

Mengingat kemenangan pasti front muqawama di pemilu parlemen, Arab Saudi dan sejumlah tokoh Lebanon seperti Walid Jumblatt berupaya membentuk kubu minoritas kuat dan bersatu di parlemen serta meraih porsi lebih besar di kabinet mendatang Lebanon. (MF)