Aktivitas Al-Hudaydah Yaman Tetap Normal meski Diserang UEA
-
buldoser pasukan Yaman membesihkan penghalang jalan yang dipasang oleh militan pro-Abd Rabbuh Mansur Hadi, di Provinsi al-Hudaydah
Red Sea Ports Corporation Yaman menyatakan bahwa kota pelabuhan al-Hudaydah beroperasi secara normal meskipun terjadi serangan militer Uni Emirat Arab untuk menguasai wilayah pesisir strategis yang berfungsi sebagai jalur utama bantuan kemanusiaan ke Yaman itu.
Yahya Sharaf al-Din, wakil ketua perusahaan, menepis laporan soal terhentinya aktivitas pelabuhan al-Hudaydah akibat serangan militer UEA yang dimulai pada hari Rabu.
Komentar itu muncul sehari setelah serangan pasukan Uni Emirat Arab di kota pelabuhan Laut Merah al-Hudaydah Yaman walaupun muncul peringatan keras dari PBB dan kelompok-kelompok hak asasi internasional soal konsekuensi bencana kemanusiaan dari aksi militer tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, televisi al-Masirah Kamis pagi (14/6/2018) melaporkan bahwa serangan artileri Saudi menewaskan dua anak dan melukai sejumlah lainnya dari keluarga yang sama di distrik Hayran di Provinsi Hajjah, barat laut Yaman.
Secara terpisah, al-Masirah melaporkan bahwa pesawat tempur Saudi telah menjatuhkan bom kluster di provinsi Saada.
Serangan militer ke al-Hudaydah disebut sebagai sebagai operasi terbesar sejak dimulainya perang terhadap Yaman pada awal 2015.(MZ)