Perang di Pelabuhan al-Hudaydah Menurut Abdul Malik al-Houthi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i58760-perang_di_pelabuhan_al_hudaydah_menurut_abdul_malik_al_houthi
Sekjen Gerakan Ansarullah Yaman, Abdul Malik al-Houthi di pidatonya bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri menjelaskan transformasi terbaru Yaman dan medan perang di kota dan pelabuhan al-Hudaydah. Di pidatonya ia mengkonfirmasikan keterlibatan Israel, Amerika dan Arab Saudi di perang tersebut.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 16, 2018 14:40 Asia/Jakarta
  • Sekjen Ansarullah Abdul Malik al-Houthi
    Sekjen Ansarullah Abdul Malik al-Houthi

Sekjen Gerakan Ansarullah Yaman, Abdul Malik al-Houthi di pidatonya bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri menjelaskan transformasi terbaru Yaman dan medan perang di kota dan pelabuhan al-Hudaydah. Di pidatonya ia mengkonfirmasikan keterlibatan Israel, Amerika dan Arab Saudi di perang tersebut.

Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab di al-Hudaydah dimulai sejak Rabu lalu. Seiring dengan perang ini, kondisi di Yaman semakin parah, karena lebih dari 70 persen bantuan internasional memasuki negara ini melalui pelabuhan al-Hudaydah.

 

Pelabuhan al-Hudaydah sejak agresi Arab Saudi ke Yaman pada 6 Maret 2015 hingga kini tetap berada di bawah kontrol pasukan komite rakyat dan militer Yaman.

 

Arab Saudi dan sekutunya selama 40 bulan lalu berulang kali menyerang pelabuhan al-Hudaydah dan berusaha menguasainya, namun mereka gagal. Tujuan utama Arab Saudi menguasai al-Hudaydah adalah mencegah pengiriman bantuan kemanusiaan internasional ke Yaman melalui pelabuhan ini serta meningkatkan represi terhadap Ansarullah dan menduduki pelabuhan strategis ini.

 

Ketika Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) menyerang pelabuhan al-Hudaydah mereka menjustifikasi serangannya ini dengan klaim bahwa Ansarullah menerima senjata dari Iran melalui pelabuhan ini, sebuah klaim yang tidak ada buktinya dan mereka pun tidak bersedia menyerahkan bukti klaim palsunya tersebut.

Pelabuhan Hudaydah Yaman

 

Abdul Malik al-Houthi saat menganalisa perang di al-Hudaydah mengisyaratkan posisi strategis pelabuhan ini dan mengatakan pelabuhan strategis al-Hudaydah adalah jalur utama pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman. Mengingat posisi strategis ini al-Houthi mengingatkan bahwa rezim Zionis Israel dan Amerika membantu Arab Saudi di perang ini untuk menguasai pelabuhan strategis ini.

 

Mengingat tujuan segitiga AS, Israel dan Arab Saudi, sisi lain dari pidato al-Houthi adalah pentingnya muqawama serius dalam melawan serangan ini dan mempertahankan pelabuhan al-Hudaydah tidak dapat dihindari lagi. Terkait hal ini al-Houthi menekankan, "Kita tidak boleh membiarkan masuknya pengaruh atau agresi apapun yang membuat rakyat khawatir dan kita harus mengerahkan segenap upaya untuk menjamin jumlah pasukan di konflik al-Hudaydah."

 

Poin lain dari pidato Abdul Malik al-Houthi adalah perang di pantai Barat akan menjadi rawa besar yang akan menenggelamkan para agresor. Ketakutan ini mulai muncul pada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab yang terlibat perang di al-Hudaydah. Dengan demikian  Martin Griffiths, Utusan khusus Sekjen PBB untuk Yaman yang tidak mampu memainkan peran netral di konflik Yaman, berusaha meyakinkan Ansarullah melalui PBB untuk mundur dari al-Hudaydah.

 

Martin Griffiths dijadwalkan berkunjung ke Sanaa dan bertemu dengan Abdul Malik al-Houthi. Disebutkan bahwa utusan khusus sekjen PBB di kunjungannya kali ini membawa pesan Riyadh dan Abu Dhabi bahwa mereka memberi waktu tiga hari kepada Ansarullah untuk mundur dari al-Hudaydah, jika tidak maka perang di pelabuhan ini akan semakin sengit.

 

Pesan ini menunjukkan bahwa Arab Saudi dan UEA bukan saja tidak yakin akan kemenangan di perang ini, bahkan mereka menyadari bahwa berlanjutnya konflik di al-Hudaydah akan meningkatkan represi masyarakat internasional kepada mereka.

 

Pidato al-Houthi menunjukkan bahwa Ansarullah dan militer Yaman dengan dukungan rakyat berencana membela tanah air mereka dan melawan para agresor. (MF)