Jawaban Yaman atas Agitasi Amerika Anti-Iran
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i59682-jawaban_yaman_atas_agitasi_amerika_anti_iran
Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman mengatakan, bila Amerika memiliki bukti dan saksi yang cukup bagi klaimnya menuding Iran memberikan rudal balistrik ke Yaman, tentu mereka tidak membutuhkan pertunjukan ala Hollywood.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 09, 2018 02:48 Asia/Jakarta
  •  Mohammad Ali al-Houthi, Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman
     Mohammad Ali al-Houthi, Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman

Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman mengatakan, bila Amerika memiliki bukti dan saksi yang cukup bagi klaimnya menuding Iran memberikan rudal balistrik ke Yaman, tentu mereka tidak membutuhkan pertunjukan ala Hollywood.

Nikki Haley, Wakil Tetap Amerika di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 14 Desember 2017 tanpa menyinggung dukungan persenjataan Washington kepada Arab Saudi untuk membombardir rakyat tertindas Yaman menunjukkan bangkai mirip rudal dan mengklaim bahwa Iran mempersenjatai gerakan Ansarullah Yaman dengan rudal balistrik untuk menyerang Riyadh.

Menurut laporan Mehrnews, Mohammad Ali al-Houthi dalam wawancara kepada Sputnik mengatakan, koalisi agresor Saudi menggunakan isu-isu terkait rudal Iran untuk menjustifikasi agresinya ke Yaman dan Amerika Serikat juga memanfaatkan propaganda media luas untuk membenarkan perang terhadap Yaman.

 Mohammad Ali al-Houthi

"Tujuan dari publikasi isu-isu ini oleh Amerika Serikat untuk menutupi partisipasi negara ini dalam kejahatan anti-raykat Yaman," ungkap Ketua Komite tinggi Revolusi Yaman.

"Ketika negara-negara agresor memblokade Yaman dari darat, laut dan udara dan semua jalur penyeberangan berada di bawah kontrol dan blokade, PBB dan Dewan Keamanan PBB bungkam atas blokade Yaman dan itu berarti setuju dengan pembantaian rakyat Yaman,” pungkas Mohammad Ali al-Houthi.

Arab Saudi dengan dukungan Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, rezim Zionis Israel dan sejumlah sekutunya melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015. Pasukan agresor memblokade Yaman dari darat, laut dan udara. Invasi militer ini telah merenggut nyawa lebih dari 14.000 warga Yaman dan melukai puluhan ribu lainnya.