Terungkap, Delegasi Saudi Kunjungi Tel Aviv untuk Beli Iron Dome
-
Matan perwira Dinas Intelijen Arab Saudi Anwar Eshki.
Menyusul terungkapnya penggunaan rudal dan persenjataan buatan rezim Zionis Israel oleh Arab Saudi dan sekutunya dalam perang Yaman, kini terungkap pula kunjungan delegasi Riyadh ke Tel Aviv untuk membeli sistem pertahanan udara.
Seorang jurnalis yang tinggal di Palestina pendudukan (Israel) dan berbciara secara anonim mengungkap bahwa delegasi Arab Saudi telah mengunjungi Tel Aviv untuk membeli sistem pertahanan rudal Israel, Iron Dome.
Menurut IRNA, Senin (9/7/2018), situs The Newkhalij (al-Khalij al-Jadid) menulis, delegasi Arab Saudi yang dipimpin oleh matan perwira Dinas Intelijen Arab Saudi Anwar Eshki telah mengunjungi Israel untuk membeli sistem Iron Dome.
Sebuah surat kabar Swiss pada Januari 2018 juga mengungkap upaya Arab Saudi untuk mencapai sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome dan peralatan militer lainnya. Menurut surat kabar ini, Arab Saudi meminta Israel untuk menjual sistem tersebut ke Riyadh melalui negara ketiga.
Sebelumnya, situs Defenseworld menyebutkan bahwa para pakar militer Arab Saudi telah menguji coba sistem pertahanan rudal Israel Iron Dome di Abu Dhabi dan berupaya untuk membelinya guna menangkis rudal Yaman.
Sebelumnya, situs Qatar, alkhaleejonline mengutip sejumlah sumber yang dekat dengan Komisi Intelijen Kongres Amerika Serikat menulis, pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menggunakan senjata-senjata buatan rezim Zionis Israel untuk menyerang Yaman, terutama pemboman terhadap pelabuhan al-Hudaydah.
Sumber-sumber terpercaya di Komisi Intelijen Kongres AS yang meminta namanya tidak dipublikasikan itu kepada alkhaleejonlin mengatakan, Arab Saudi mengejar beragam tujuan dari penggunaan senjata buatan Israel.
Menurutnya, di antara tujuan tersebut adalah menguji senjata-senjata itu dan mengevaluasi kekuatan desktruktif serta dampaknya terhadap tubuh manusia.
Berdasarkan laporan tersebut, pasukan Angakatan Udara Arab Saudi khawatir atas pengungkapan berita tersebut dan menegaskan bahwa senjata-senjata yang digunakan adalah buatan Amerika. (RA)