Hizbullah Tekankan Perlawanan terhadap Penjajah
-
Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon Sayid Hashim Safiuddin.
Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah Lebanon Sayid Hashim Safiuddin menggambarkan perlawanan terhadap penjajah dan pengusiran mereka sebagai strategi permanen Hizbullah.
Dia mengatakan, rencana kompromi Amerika Serikat yang disebut sebagai "Kesepakatan Abad" tidak akan pernah terlaksana.
Berdasarkan prakarsa "Kesepakatan Abad", Baitul Maqdis diserahkan kepada rezim Zionis Israel dan pengungsi Palestina tidak memiliki hak untuk kembali ke tanah kelahirannya. Tidak hanya itu, orang-orang Palestina juga hanya bisa memiliki sebagian kecil tanah yang masih tersisa di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Seperti dilansir Tasnim News mengutip el-Nashra, Rabu (1/8/2018), Safiuddin menjelaskan, sejumlah penguasa Arab yang sebelumnya menyembunyikan sikap menyerah dan tunduk pada kehinaan, kini mereka mengejarnya dengan terang-terangan, namun tujuan Hizbullah adalah perlawanan terhadap para penjajah.
Ketua dewan eksekutif Hizbullah itu lebih lanjut menyinggung prestasi besar Muqawama Lebanon dalam membebaskan bagian besar dari wilayah Lebanin dari pendudukan pasukan rezim Zionis Israel pada tahun 2000 dan pelaksanaan tahap kedua pembebasan pada tahun 2006 serta kemampuan Poros Muqawama.
"Kemenanan rakyat Lebanon dalam menghadapi Zionis telah menjadi mungkin dengan perlawanan dan upaya Poros Muqawama," ujarnya.
Dia menambahkan, strategi perlawanan terhadap penjajah yang ditekankan Hizbullah tidak bergantung pada gerakan ini, namun kekuatan untuk rakyat Lebanon.
Menurutnya, Lebanon memerlukan managemen politik, ekonomi dan keputusan tegas dan berani lebih dari di masa lalu.
"Jika ada keinginan dan tekad kuat, undang-undang, lembaga peradilan dan keputusan kuat, maka korupsi di Lebanon akan lemah dan tercerabut," pungkasnya. (RA)