Pangeran Saudi Ajak Warga Gulingkan Rezim
-
Khaled bin Farhan Al Saud
Pangeran Arab Saudi, Khaled bin Farhan Al Saud yang lari ke Jerman setelah naiknya Mohammed bin Salman sebagai putra mahkota Saudi, mengajak rakyat negara itu untuk menggulingkan rezim berkuasa jika terbukti memang Jamal Khashoggi dibunuh.
Wartawan Saudi yang rajin mengkritik rezim berkuasa, Jamal Khashoggi pada Selasa, 2 Oktober 2018 masuk ke kantor konsulat Saudi di Istanbul Turki untuk mengurus dokumen pernikahannya dan tidak pernah kembali.
Berbagai spekulasi bermunculan tentang nasib Khashoggi. Aparat kepolisian Turki meyakini Khashoggi tewas dibunuh di dalam kantor konsulat Saudi dan jasadnya dipindahkan ke tempat lain. Sementara Riyadh membantah dugaan tersebut dan mengatakan bahwa Khashoggi diculik sesaat setelah meninggalkan konsulat.
IRIB, Selasa (9/10/2018) melaporkan, Pangeran Khaled bin Farhan Al Saud dalam wawancara dengan televisi Al Hiwar mengatakan, sejak naiknya Mohammed bin Salman, Saudi mengalami perubahan kebijakan di berbagai bidang, selain penumpasan dan penangkapan di dalam negeri, juga penahanan Perdana Menteri Lebanon, Saad Hariri.
Menurut pangeran Saudi ini, rezim Saudi akan tumbang. Meski pelanggaran HAM dan kebebasan pers di Saudi sudah lama terjadi, katanya, tapi dalam beberapa tahun terakhir kejahatan pejabat Saudi semakin menjadi-jadi dan semuanya mendapat restu Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (HS)