Balasan Tegas Rudal Yaman di Tengah Kekalutan Saudi
-
rudal Yaman
Militer dan komite rakyat Yaman baru-baru ini melesakkan 4 rudal Zelzal-2 ke beberapa pangkalan militer Arab Saudi di Jizan, selatan negara itu.
Pasukan Yaman juga menghancurkan sebuah kendaraan militer Saudi di dekat distrik Sudais, Najran, selatan Saudi dengan rudal. Serangan ini sebagai balasan atas peningkatan eskalasi agresi militer koalisi Saudi terhadap rakyat Yaman khususnya di Provinsi Al Hudaydah dalam beberapa hari terakhir. Putaran baru serangan udara koalisi Saudi menewaskan puluhan warga sipil Yaman.
Koalisi Saudi sejak awal Juni 2018 dengan maksud memaksa rakyat Yaman menyerah dan menduduki pelabuhan Al Hudaydah di Barat negara ini, meningkatkan eskalasi manuver militernya di Yaman. Akan tetapi koalisi Saudi harus menelan kekalahan di hari-hari awal serangan setelah berhadapan dengan perlawanan sengit pejuang Yaman. Selain kalah, pasukan koalisi juga harus kehilangan banyak tentaranya dan kondisi ini terus berlanjut.
Pasukan rakyat Yaman dengan mengandalkan kemampuan dalam negeri dan produksi berbagai jenis rudal, bersamaan dengan dimulainya serangan Saudi, membalas kejahatan koalisi pimpinan Riyadh dengan menggempur markas pasukan Saudi di sejumlah wilayah negara itu.
Strategi rakyat Yaman ini telah mengubah secara mendasar konstelasi perang di negara ini sehingga menguntungkan militer Yaman dan berujung dengan kegagalan total koalisi agresor pimpinan Saudi. Hal ini memicu kekhawatiran negara-negara Barat yang terpaksa harus menyelamatkan koalisi Saudi dari kehancuran di Yaman.
Saudi bersama sekutu dan pasukan bayarannya secara mengejutkan juga harus menyaksikan kekalahannya di dalam wilayah Saudi sendiri dan untuk menutupi kekalahan itu, Riyadh meningkatkan eskalasi serangan terhadap rakyat Yaman dan membantai anak-anak, perempuan serta orang lanjut usia di negara itu.
Di sisi lain, koalisi Saudi dan sekutu-sekutunya memanfaatkan media dalam perang Yaman untuk menyebarluaskan kebohongan-kebohongan dan berita pendudukan bandara Al Hudaydah adalah salah satu bukti yang semakin menunjukkan klaim-klaim kosong rezim Al Saud.
Meski demikian, Saudi dan Uni Emirat Arab hingga kini selalu gagal meraih ambisinya dalam perang Yaman termasuk menguasai wilayah Al Hudaydah dan pada kondisi seperti ini koalisi Saudi kembali menggunakan perang media bersamaan dengan peningkatan eskalasi serangan militer. Ironisnya meski meningkatkan eskalasi serangan, koalisi Saudi mengaku telah menghentikan serangan ke Al Hudaydah.
Penipuan publik yang dilakukan koalisi Saudi dengan mengklaim telah menghentikan serangan ke Al Hudaydah dilakukan untuk mengurangi tekanan internasional dan mengulur waktu serta menghimpun tenaga untuk memulai babak baru serangan.
Perkembangan di Yaman dan meningkatnya eskalasi serangan Saudi dalam beberapa hari terakhir kembali membuktikan nafsu koalisi itu untuk menguasai Yaman. Namun demikian, balasan tegas kelompok perlawanan Yaman menunjukkan bahwa brutalitas dan penipuan koalisi Saudi tidak mampu mengubah kekalahan dan kegagalan mereka menjadi kemenangan.
Balasan tegas dalam bentuk serangan rudal pasukan rakyat Yaman layaknya mimpi buruk bagi Saudi, namun semua tahu itu adalah hak rakyat Yaman untuk membela diri. (HS)