Hizbullah: Rakyat Lebanon Tidak akan Menyerah
-
Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sheikh Naim Qasim.
Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon Sheikh Naim Qasim mengatakan, Amerika Serikat berusaha memaksa Poros Muqawama untuk menyerah dengan cara melancarkan sanksi dan perang ekonomi, namun rakyat Lebanon tidak akan pernah menyerah dan Muqawama (perlawanan) berlanjut.
"AS berusaha untuk menciptakan Timur Tengah baru, di mana negara ini berupaya mendominasi semua pilar dan pemimpin serta negara di sektor administrasi, kebijakan politik dan ekonomi, sehinga tak satu pun dari negara-negara itu memiliki kekuatan kebebasan dan kemerdekaan," kata Sheikh Qasim seperti dilansir Tasnim News, Senin (15/4/2019).
Dia menambahkan, AS berusaha mendominasi dan mengontrol dunia, namun negara ini tidak akan pernah mampu mencapai tujuan-tujuannya, sebab, AS akan berhadapan dengan para pejuang pemberani yang menuntut martabat dan kemuliaan.
"Perang AS terhadap Suriah adalah bagian dari rencana israelisasi kawasan dalam kerangka unilateralisme Amerika di dunia, dan memonopoli dunia. Dua tujuan ini telah mendorong AS untuk menghancurkan Suriah demi kepentingan-kepentingannya," jelasnya.
Wakil Sekjen Hizbullah juga menyinggung keputusan AS memasukkan Korps Garda Revolusi Islam Iran (Pasdaran) ke dalam daftar organisasi teroris.
Dia menuturkan, langkah ini adalah pelanggaran nyata terhadap hak opsi pemerintah independen, di mana hak ini memiliki martabat dan tempat tertentu.
"Sejak kemenangan Revolusi Islam, Iran dengan kekuatan melawan musuh-musuhnya, dan saat ini rakyat pejuang dan pasukan Pasdaran yang dipimpin oleh Ayatullah Khamenei juga akan mempertahankan negara mereka," pungkasnya. (RA)