Hizbullah: Tolak Pesan Trump, Sikap Rahbar Iran Dicatat Sejarah
-
Syeikh Naim Qassem
Wakil Sekjen Hizbullah Lebanon menilai sikap Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar yang menolak menerima pesan Presiden Amerika Serikat, adalah sikap yang besar dan bersejarah.
IRNA (14/6/2019) melaporkan, Wakil Sekjen Hizbullah, Syeikh Naim Qassem, Jumat (14/6) menuturkan, Rahbar, Ayatullah Sayid Ali Khamenei menolak tegas dialog di bawah tekanan, dan menganggap Presiden Amerika, Donald Trump tidak layak mengusulkan dialog karena ia mengkhianati komitmen dan prakarsanya sendiri.
Syeikh Naim Qassem menegaskan, hegemoni Amerika adalah faktor yang memicu krisis di dunia, krisis-krisis yang tidak hanya terbatas pada umat Islam dan kubu perlawanan, tapi mencakup sejumlah besar negara dunia.
Ayatullah Khamenei, Kamis (13/6) saat bertemu Perdana Menteri Jepang, Abe Shinzo menegaskan, Republik Islam Iran sama sekali tidak mempercayai Amerika, pasalnya tidak ada satu pun bangsa bebas dan berakal yang mau menerima perundingan di bawah ancaman.
Rahbar menambahkan, saya tidak menganggap pribadi Donald Trump layak untuk melakukan pertukaran pesan apapun, saya tidak punya jawaban, dan tidak akan membalas pesan tersebut. (HS)