Yaffa, Kota Indah Palestina yang Dirampas Zionis
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i72359-yaffa_kota_indah_palestina_yang_dirampas_zionis
Berikut adalah sekilas keindahan kota Yaffa (Jaffa) atau juga disebut sebagai Japho (Joppa).
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jul 29, 2019 15:43 Asia/Jakarta

Berikut adalah sekilas keindahan kota Yaffa (Jaffa) atau juga disebut sebagai Japho (Joppa).

Sebelum dirampas rezim Zionis Israel pada 1948, Yaffa merupakan salah satu pusat perdagangan penting dan pengekspor jeruk. Kota ini adalah kota pelabuhan komersial dan pengekspor jeruk ke seluruh dunia.

Konon jeruk asal Yaffa populer di Berlin, London, Paris, dan negara-negara Barat setelah 1865-1866, dan kota ini menjadi salah satu kota utama Palestina.

Sebelum terbentuknya rezim Zionis, Yaffa merupakan kota pelabuhan kuno di pusat pesisir Palestina. Kata Yaffa atau Jaffa di ambil dari kata Yaffo yang bermakna cantik atau indah.

Kota kuno ini diklaim sebagai pelabuhan tertua di dunia yang didirikan oleh Yafet, putra Nuh, menurut Alkitab. Sisa-sisa tertua yang ditemukan adalah potongan-potongan dinding batu bata tanah liat kering di bagian timur benteng Yaffa kuno dari abad ke-16 SM.

Puing-puing lain juga ditemukan dari abad ke 15 hingga 13 SM, yang merupakan periode pemerintahan Mesir di Yaffa. Catatan Mesir awal menunjukkan bahwa kota itu ditaklukkan oleh Thutmose III pada 1469 SM.

Selama mandat Inggris, populasi Yaffa berjumlah 32.524 pada tahun 1922 dan 55.346 pada tahun 1931. Industri modern menjadi pondasi penting ekonomi Yaffa.

Aset ekonomi penting lainnya adalah pelabuhan, tempat instalasi modern, kapal berlabuh, dermaga yang diperpanjang, dan area untuk dermaga dan layanan yang ditambahkan pada tahun 1934-1935.

Kerusuhan Arab yang menyebar dari Yaffa pada 19 April 1936, dan pemogokan umum diproklamirkan oleh Komite Tinggi Arab melumpuhkan pelabuhan itu.

Pelabuhan Yaffa tidak lagi mempertahankan posisinya semula  setelah pembukaan pelabuhan Tel Aviv. Yaffa ditutup karena alasan keamanan selama Perang Dunia II dan hampir tidak dapat pulih pada tahun 1946-1947.

Jumlah penduduk Yaffa hampir 100.000, di mana 70.000 adalah non-Yahudi sehingga menjadi kota Arab terbesar. Banyak pekerja adalah imigran Arab yang datang dari dekat dan jauh yang menetap di desa-desa di sekitarnya, khususnya di Salameh.

Namun semua berubah pada 1948. Wilayah Palestina termasuk Yaffa menghilang dari peta setelah rezim Zionis dibentuk. Pasukan Zionis merampas kota dan desa Palestina, dan memaksa ribuan warga Palestina mengungsi.

Pada April 1948, pasukan Zionis merebut Haifa, salah satu kota terbesar Palestina dan akhirnya merebut Yaffa. Setelah Inggris mundur dari Palestina, David Ben-Gurion mendeklarasikan pembentukan rezim Zionis.

Pembentukan rezim Zionis pada 15 Mei menandai Hari Nakbah bagi Palestina atau disebut sebagai Hari Malapetaka (Bencana).

Setelah rezim Zionis berdiri, penyebaran Zionisme makin gencar dilakukan. Pasukan rezim ilegal ini terus memperluas wilayahnya di Palestina.

Satu persatu kota-kota indah dan penting Palestina diduduki oleh rezim Zionis dan menjadi sumber pendapatan rezim penjajah alQuds ini, terutama di sektor ekonomi dan perdagangan. (RA)