Mencermati Sebab Perubahan Pendekatan UEA terhadap Republik Islam Iran
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i72552-mencermati_sebab_perubahan_pendekatan_uea_terhadap_republik_islam_iran
Pemerintah Uni Emirat Arab mengubah pendekatan regionalnya, selain menarik diri dari Yaman, juga sedang melakukan pembicaraan dengan Republik Islam Iran untuk meredakan ketegangan.
(last modified 2026-02-17T10:03:26+00:00 )
Aug 05, 2019 10:06 Asia/Jakarta
  • Uni Emirat Arab dan Republik Islam Iran
    Uni Emirat Arab dan Republik Islam Iran

Pemerintah Uni Emirat Arab mengubah pendekatan regionalnya, selain menarik diri dari Yaman, juga sedang melakukan pembicaraan dengan Republik Islam Iran untuk meredakan ketegangan.

Uni Emirat Arab adalah salah satu aktor di kawasan Asia Barat yang telah memainkan peran dalam meningkatkan kekacauan dan anarki di kawasan ini selama dekade terakhir. Sejak tahun 2011, UEA telah sejalan dengan kebijakan regional Arab Saudi.

Intervensi dalam krisis Suriah dan melawan pemerintah yang sah, campur tangan dalam perkembangan Afrika Utara, partisipasi aktif dalam perang terhadap Yaman, penyelarasan dengan kebijakan anti-Iran dari Arab Saudi, memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar, dan keselarasan dengan AS dalam memberikan tekanan pada Republik Islam Iran termasuk di antara pendekatan dan tindakan menciptakan kekacauan UEA di wilayah Asia Barat.

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyerang Yaman

Namun, UEA telah mengubah pendekatannya dalam dua bulan terakhir pada setidaknya dua masalah mengenai perang terhadap Yaman dan kebijakan menciptakan ketegangan terhadap Iran. Pemerintah UEA telah mengumumkan pembicaraan dengan Iran untuk meredakan ketegangan saat menarik pasukannya dari Yaman. Namun, pertanyaan penting adalah apa alasan di balik perubahan dalam pendekatan UEA ke Yaman dan Iran?

Alasan pertama adalah bahwa UEA mencapai kesimpulan ini di satu sisi, karena keberlanjutan kebijakan yang sejalan dengan politik anti-Iran dari Arab Saudi tidak melayani kepentingan Abu Dhabi dan di sisi lain, koalisi Saudi telah gagal dalam perangnya terhadap Yaman. Kesan UEA adalah bahwa terus berpartisipasi dalam perang terhadap Yaman bukan hanya tidak akan menguntungkan tetapi juga akan ada banyak biaya yang harus dikeluarkan, terutama karena militer Yaman dan komite rakyat Yaman mengambil pendekatan agresif dan menarget daerah-daerah sensitif dan strategis dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam pandangan UEA, melanjutkan partisipasi dalam perang terhadap Yaman dalam situasi saat ini akan berarti meningkatkan rasa tidak aman di dalam UEA dan menarik investasi asing keluar dari negara ini. Oleh karena itu, UEA bukan hanya mengagendakan keluar dari  Yaman, tetapi juga telah bernegosiasi dengan Iran. Menurut sumber-sumber berita, UEA menggunakan bantuan Tehran demi dapat keluar dari Yaman secara terhormat.

Surat kabar Rai al-Youm dalam hal ini menulis, "UEA mendekati Iran sebagai pengakuan atas bahaya permusuhan terhadap Tehran dan semakin lama perang Yaman, maka semakin sulit untuk memulihkan kembali kredibilitas dan persatuan domestiknya yang hilang. Para pejabat UEA telah meminta Iran untuk berbicara dengan sekutunya di Yaman demi menghentikan serangan terhadap Uni Emirat Arab."

Alasan lain yang menyebabkan Uni Emirat Arab telah pindah haluan dan melakukan perundingan dengan Iran adalah penembakan jatuh drone nirawak Amerika Serikat, Global Hawk oleh angkatan bersenjata Republik Islam Iran serta penyitaan tanker minyak Inggris karena tidak mematuhi hukum internasional. Sejatinya, dengan tindakan Angkatan Bersenjata Iran, Abu Dhabi menjadi sadar akan kekuatan militer Republik Islam Iran dan akan memilih untuk menghindari hubungan yang tegang dengan Iran dan tidak lagi bermain di lapangan Arab Saudi melawan Iran.

Bangkai drone Global Hawk AS yang ditembak jatuh Iran

Alasan ketiga adalah bahwa kekuatan regional Republik Islam Iran di wilayah Teluk Persia telah membuktikan kepada pemerintah seperti Uni Emirat Arab yang hanya mengandalkan Amerika Serikat bahwa itu tidak dapat memberikan keamanan dan manfaat jika terjadi konflik di wilayah tersebut. Karena itu, UEA telah melakukan negosiasi dengan Republik Islam Iran untuk mengganti ketegangan dengan memilih untuk menjalin hubungan dengan Tehran.