Saudi-UEA Tarik Dukungan atas Opsi Militer terhadap Iran
-
Bin Salman dan Bin Zayed
Surat kabar Al Sharq Al Awsat hari ini, Selasa (24/9/2019) menilai sikap Iran soal situasi terkini kawasan, terukur dan menurutnya, setelah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyadari bahwa Presiden Amerika Serikat tidak bisa dipercaya, mereka menarik dukungan atas opsi militer terhadap Iran.
Fars News (24/9) melaporkan, dalam artikel yang ditulis Majed Al Ansari di surat kabar Al Sharq Al Awsat, disebutkan serangan balasan mengejutkan pasukan Yaman atas agresi militer Saudi dan pertemuan Presiden Iran dengan petinggi negara-negara Barat di New York adalah buah dari sikap terukur Tehran.
Tulisan itu juga membantah keterlibatan Iran dalam serangan ke kilang minyak Saudi, tapi masyarakat internasional menganggapnya sebagai sebuah peningkatan ketegangan berbahaya yang mengubah aturan main di kawasan.
Al Sharq Al Awsat menjelaskan, akan tetapi kita tidak menyaksikan balasan atas serangan ke kilang minyak Saudi, tapi malah melihat pertemuan Hassan Rouhani dengan para pemimpin negara Barat, dan lebih banyak mendengar statemen berisi upaya menghindari perang dengan Iran.
Menurut Al Sharq Al Awsat, Saudi dan UEA sekarang sudah mengabaikan opsi dukungan serangan militer Amerika ke Iran. Pertama karena pengalaman kedua negara membuktikan bahwa Trump tidak bisa dipercaya dalam urusan perang.
Kedua, karena Saudi dan UEA merasakan adanya ancaman nyata bagi kepentingannya, dan masalah ini memaksa mereka melembutkan sikap di hadapan Iran. (HS)