Peringatan Assad kepada Turki
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i75203-peringatan_assad_kepada_turki
Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan skenario yang dibuat Amerika Serikat tentang operasi pembunuhan pemimpin Daesh, Abu Bakr al-Baghdadi, merupakan bagian dari trik Washington dan kita tidak boleh mempercayai apa yang mereka katakan kecuali mereka memberikan bukti.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Nov 01, 2019 16:14 Asia/Jakarta
  • Presiden Suriah Bashar al-Assad.
    Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan skenario yang dibuat Amerika Serikat tentang operasi pembunuhan pemimpin Daesh, Abu Bakr al-Baghdadi, merupakan bagian dari trik Washington dan kita tidak boleh mempercayai apa yang mereka katakan kecuali mereka memberikan bukti.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi al-Sourea dan al-Ikhbariya di Damaskus, Kamis (31/10/2019), Assad memberikan peringatan kepada Turki dan meminta semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Suriah.

Menurutnya, serangan Turki bukan bertujuan untuk memerangi terorisme, tetapi berangkat dari ambisi negara itu untuk menduduki wilayah Suriah.

Assad menganggap Turki sebagai perwakilan AS di wilayah Asia Barat. Dengan kata lain, ia percaya bahwa AS memberikan lampu hijau kepada Turki untuk menyerang Suriah. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi beberapa pihak di Suriah termasuk Kurdi agar tidak mengandalkan dukungan AS.

Assad memperingatkan Turki untuk meninggalkan wilayah Suriah jika tidak ingin pecahnya perang. Dia tidak hanya mendesak penarikan pasukan Turki dari Suriah, tetapi juga memperingatkan milisi bersenjata dukungan Ankara di Provinsi Idlib.

Kendaraan tempur Turki memasuki wilayah Suriah. (dok)

Para milisi diminta untuk hijrah ke Turki atau meninggalkan perang dengan pemerintah Suriah. Jika ini tidak dilakukan, pasukan Suriah akan menggelar perang untuk mengusir mereka.

Sikap Assad ini menunjukkan bahwa Suriah telah melewati krisis dan sekarang berada pada posisi yang mumpuni untuk membela diri dan mempertahankan integritas teritorialnya.

Dalam wawancara tersebut, Presiden Assad juga menyoroti kebijakan AS terhadap Suriah. Menurutnya, operasi pembunuhan Abu Bakr al-Baghdadi hanya sebuah trik dan bertujuan untuk memulihkan reputasi AS yang hilang dalam perang melawan terorisme.

Kepentingan AS terkait erat dengan kehadiran kelompok-kelompok seperti Daesh. Assad percaya bahwa ada kemungkinan Daesh akan dihidupkan kembali dan dicari al-Baghdadi yang baru.

Klaim AS mengenai partisipasi Suriah dalam operasi pembunuhan al-Baghdadi adalah sebuah kebohongan. Ketidakpercayaan Damaskus kepada Washington telah menghalangi setiap kerja sama kedua pihak dalam memerangi terorisme.

"Suriah sama sekali tidak terlibat dalam operasi tersebut dan sama sekali tidak ada kerja sama antara Suriah dan lembaga-lembaga pemerintah AS," tegas Assad.

Pada dasarnya, kehadiran AS di Suriah bukan untuk memerangi terorisme, tetapi untuk menguasai ladang-ladang minyak negara itu. Assad dalam sebuah sindiran menyebut Donald Trump sebagai presiden terbaik AS, karena ia cukup terbuka dibandingkan para pemimpin AS lainnya.

"Trump berkata bahwa kami mencari minyak Suriah, dan ini adalah realitas dari kebijakan AS," ungkap Assad. (RM)