Krisis Yaman
Anti Udara Yaman Paksa Jet Tempur Arab Saudi Melarikan Diri
-
Jet Tempur Saudi
Juru bicara angkatan bersenjata Yaman Rabu (20/11) malam mengkonfirmasi perlawanan anti udara negara ini terhadap sebuah jet tempur F-15 koalisi Arab Saudi.
Menurut laporan IRIB, Yahya Saree menyatakan, sistem anti udara Yaman setelah mengidentifikasi dan melacak sebuah jet tempur F-15 milik koalisi Saudi di Provinsi Saada, utara Yaman, menembakkan sebah rudal darat ke udara "Saqib" dan jet tempur musuh ini terpaksa melarikan diri.
Jubir militer Yaman menekankan, Yaman akan terus melanjutkan upayanya membela zona udara negara ini dengan segenap kemampuannya.
Kekuatan defensif militer dan komite rakyat Yaman meski blokade total Arab Saudi, dari hari ke hari semakin meningkat.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan sejumlah negara lain melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015 dan memblokade total negara ini dari darat, udara dan laut.
Perang yang dikobarkan Arab Saudi dan sekutunya di Yaman sampai saat ini telah menewaskan lebih dari 16 ribu orang, menciderai puluhan ribu lainnya dan memaksa jutaan warga Yaman mengungsi.
Agresi militer Arab Saudi ke Yaman juga membuat negara Arab miskin ini mengalami kelangkaan makanan dan obat-obatan.
Arab Saudi dan sekutunya sampai saat ini gagal mengembalikan Mansur Hadi ke tampuk kekuasaan karena perlawanan sengit rakyat Yaman. (MF)