Hashd al-Shaabi Irak dan Amerika Serikat
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i77039-hashd_al_shaabi_irak_dan_amerika_serikat
Amerika Serikat menyerang markas pasukan relawan rakyat Irak, Hashd al-Shaabi di kota al-Qaim, Provinsi al-Anbar pada Ahad (30/12/2019) malam. Tindakan itu menewaskan dan melukai puluhan orang.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 30, 2019 12:35 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi tentara AS dan pasukan Hashd al-Shaabi di Irak.
    Ilustrasi tentara AS dan pasukan Hashd al-Shaabi di Irak.

Amerika Serikat menyerang markas pasukan relawan rakyat Irak, Hashd al-Shaabi di kota al-Qaim, Provinsi al-Anbar pada Ahad (30/12/2019) malam. Tindakan itu menewaskan dan melukai puluhan orang.

Ini bukan aksi pertama AS melawan kelompok perlawanan tersebut. AS dan sekutunya berulang kali menuding Hashd al-Shaabi sebagai penjarah dan penjahat serta mempertanyakan peran kelompok ini dalam perang menumpas teroris Daesh. AS sudah beberapa kali menyerang markas Hashd al-Shaabi di Irak menggunakan drone.

Lalu, apa alasan AS memusuhi Hashd al-Shaabi? Dapat dikatakan bahwa alasan terpenting permusuhan ini adalah karena perbedaan identitas antara Hashd al-Shaabi dan AS.

Hashd al-Shaabi adalah pasukan relawan rakyat yang tergabung dalam poros perlawanan, sementara AS adalah musuh utama kelompok perlawanan. Mereka menentang segala bentuk intervensi AS di wilayah Timur Tengah secara umum dan di Irak secara khusus.

Di markasnya di al-Qaim, Hashd al-Shaabi dapat mengawasi pergerakan pasukan Amerika antara Irak dan Suriah, dan mereka menciptakan pembatasan tertentu bagi pasukan Amerika.

Pasukan Hashd al-Shaabi.

Hashd al-Shaabi merupakan sebuah pemain yang memiliki kedekatan dengan Republik Islam Iran di Irak, sementara AS adalah musuh terpenting Iran di dunia. Departemen Pertahanan AS dalam sebuah statemen mengatakan, Brigade Hizbullah Irak memiliki hubungan dekat dengan Iran.

Permusuhan AS dengan Hashd al-Shaabi bertujuan untuk melindungi kepentingan rezim Zionis. Kehadiran dan pengaruh Hashd al-Shaabi di Irak bermakna menguatnya kelompok-kelompok perlawanan di kawasan, dan ini akan mengancam kepentingan Israel, sekutu utama AS di Asia Barat.

Oleh karena itu, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz menyambut serangan AS terhadap Hashd al-Shaabi dan menganggapnya sebagai sebuah titik balik.

AS juga sedang berusaha mencegah Hashd al-Shaabi terlibat dalam struktur kekuasaan di Irak. Selain AS dan rezim Zionis, Arab Saudi juga termasuk salah satu penentang utama Hashd al-Shaabi.

Meskipun Hashd al-Shaabi berasal dari orang-orang Arab, namun Riyadh memandang kubu perlawanan di kawasan termasuk Hizbullah Lebanon, kelompok Palestina, dan Ansarullah Yaman sebagai gerakan pemberontakan Arab. Untuk itu, AS berusaha memperlemah kelompok-kelompok Arab yang tidak sejalan dengan kebijakan Saudi.

Hashd al-Shaabi memiliki tekad yang serius untuk memerangi teroris Daesh di Irak, sementara AS tidak berniat mencerabut akar terorisme dan bahkan memindahkan para teroris Daesh dari Suriah ke Irak.

Dengan alasan-alasan tersebut, AS akan selalu mencari kesempatan untuk menyerang posisi pasukan Hashd al-Shaabi di Irak. (RM)