Hizbullah Irak Desak Pasukan AS Tinggalkan Negara itu
-
Hizbullah Irak.
Juru bicara Hizbullah Irak mengatakan, penarikan pasukan Amerika Serikat dari wilayah Asia Barat akan menguntungkan poros perlawanan.
Mohammed Yahya dalam wawancaranya dengan situs Elnashra, Selasa (7/01/2020) menuturkan AS sejak tahun 2003 telah melakukan berbagai konspirasi terhadap poros perlawanan termasuk di Irak, namun konflik ini telah berubah menjadi konfrontasi langsung setelah kekalahan teroris Daesh di Irak dan Suriah.
Menurutnya, AS telah mengubah Irak menjadi zona konflik. Mereka menyerang kelompok Hashd al-Shaabi dan kubu perlawanan Irak dengan alasan melawan "pengaruh Iran."
"Sekjen Hizbullah Lebanon telah menegaskan bahwa seluruh kelompok perlawanan akan menuntut balas pembunuhan Komandan Pasukan Quds Iran, Letjen Qasem Soleimani dan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis," ungkap Yahya.
Serangan militer AS di Bandara Internasional Baghdad pada Jumat lalu, menyebabkan 10 orang gugur syahid. Lima di antaranya termasuk Letjen Soleimani adalah warga Iran, dan lima lainnya termasuk Mahdi al-Muhandis, berasal dari Irak. (RM)