Babak Baru Pembalasan Yaman terhadap Saudi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i78918-babak_baru_pembalasan_yaman_terhadap_saudi
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree mengumumkan dimulainya operasi "Kekuatan Pertahanan ketiga" dengan menembakkan sejumlah rudal dan mengerahkan drone untuk menyerang sejumlah target di wilayah Arab Saudi.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Feb 23, 2020 07:57 Asia/Jakarta

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigjen Yahya Saree mengumumkan dimulainya operasi "Kekuatan Pertahanan ketiga" dengan menembakkan sejumlah rudal dan mengerahkan drone untuk menyerang sejumlah target di wilayah Arab Saudi.

Operasi ini dilancarkan hanya berselang satu bulan sampai akhir tahun kelima sejak dimulai perang yang disulut koalisi pimpinan rezim Al Saud terhadap Yaman. Sebelumnya, militer dan Komite Rakyat Yaman melancarkan aksi balasan telak terhadap agresor rezim Al Saud. Serangan pesawat nirawak pada September 2019 di wilayah timur Arab Saudi telah menghentikan produksi minyak hingga 50 persen. Operasi "Kekuatan Pertahanan Kedua" ini menjadi serangan paling signifikan bagi Riyadh.

Selain itu, militer dan komite rakyat Yaman melancarkan operasi "Nasr Minallah" di Najran pada musim panas lalu. Yaman juga meluncurkan operasi "Bunyan al-Marsus" sejak awal 2020 yang berhasil membebaskan lebih dari 2.500 kilometer persegi wilayah Yaman dari cengkeraman pendudukan pasukan Saudi.

Kini, Yaman melancarkan Operasi "Kekuatan Pertahanan Ketiga" yang menjadi operasi besar kedua Yaman terhadap Arab Saudi di tahun 2020. Lalu apa urgensi operasi militer ini dilancarkan Yaman terhadap Arab Saudi.

 

rudal-rudal Yaman

 

Pertama, operasi ini bersifat aksi balasan Yaman terhadap agresi koalisi pimpinan rezim Al Saud. Kolisi agresor baru-baru ini menyerang provinsi al-Jawf yang menewaskan 35 orang, termasuk 26 anak, dan melukai 18 anak lainnya. Juru bicara militer Yaman mengatakan bahwa serangan ini merupakan "balasan alami dan sah" terhadap kejahatan koalisi agresor Saudi.

Kedua, operasi bersifat pertahanan dan defensif. Oleh karena itu, jika Saudi mengulang kembali serangan militer terhadap Yaman, maka militer dan komite rakyat negara ini akan dapat melakukan lebih banyak serangan balasan yang fatal. Brigjen Yahya Saree memperingatkan koalisi Saudi untuk segera mengakhiri kejahatannya terhadap Yaman.

Ketiga, operasi militer dilancarkan bertepatan dengan kunjungan Menteri Luar Negeri AS Mike Pempeo ke Arab Saudi. Menlu AS melakukan perjalanan ke Riyadh Kamis lalu untuk bertemu dengan Raja dan Putra Mahkota Arab Saudi.

Keempat, operasi militer menargetkan Aramco sebagai sumber perekonomian Arab Saudi. Jika serangan militer Arab Saudi menargetkan rakyat Yaman, termasuk perempuan dan anak-anak, serangan balasan Yaman justru menargetkan Aramco  yang selama ini dijadikan sebagai sumber utama pendapatan rezim Al Saud. Tujuannya supaya Riyadh menghentikan kejahatannya terhadap Yaman. September lalu, instalasi minyak Aramco menjadi sasaran drone dan rudal Yaman yang berdampak terhadap perekonomian Arab Saudi, bahkan mereka harus mengimpor bensin dari negara lain.

Sejatinya, Rezim Al Saud menderita banyak kekalahan dari Yaman pada tahun kelima perang. Tapi Riyadh berupaya menutupinya. Tidak heran, jika Juru Bicara Koalisi agresor pimpinan rezim Al Saud, Turki al-Maliki mengatakan tidak ada signifikan dalam menanggapi operasi pertahanan ketiga yang dilancarkan Yaman. (PH)