Pemberontakan terhadap Netanyahu
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i83397-pemberontakan_terhadap_netanyahu
Para demonstran warga Zionis untuk pekan keempat berturut-turut menggelar aksi demo menentang kebijakan otoriter dan berkas skandal korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Demo ini digelar di depan kediaman sang perdana menteri di Quds pendudukan.
(last modified 2026-04-29T10:04:52+00:00 )
Jul 20, 2020 12:34 Asia/Jakarta
  • PM Israel Benjamin Netanyahu
    PM Israel Benjamin Netanyahu

Para demonstran warga Zionis untuk pekan keempat berturut-turut menggelar aksi demo menentang kebijakan otoriter dan berkas skandal korupsi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Demo ini digelar di depan kediaman sang perdana menteri di Quds pendudukan.

Netanyahu selama satu setengah tahun terakhir menghadapi banyak kesulitan. Kendala terbesar yang ia hadapi adalah kegagalannya membentuk kabinet. Netanyahu setelah tiga pemilu berturut-turut gagal meraih suara mayoritas parlemen  dan tidak mampu membentu kabinet. Pada akhirnya ia terpaksa berkoalisi dengan rival utamanya, Benny Gantz, ketua Partai Biru-Putih sehingga ia berhasil langgeng di kekuasaan.

Meski demikian, langgengnya Netanyahu di kekuasaan tetap menghadapi bahaya. Berkas skandal korupsi melilit Netanyahu yang dibarengi dengan kondisi hidup sulit warga Zionis di bumi pendudukan.

Warga Zionis Protes

Benjamin Netanyahu selama beberapa tahun terakhir dililit empat skandal besar. Kasus korupsi pertama melibatkan perusahaan telekomunikasi rezim Zionis, Bezeq Telecom yang dikenal dengan "skandal 4000".

Kasus korupsi lainnya yang paling berat melilit Netanyahu yang disebut skandal 1000 mengenai penerimaan suap senilai satu juta dolar dari Arnaud Mimran yang dipergunakan untuk membiayai kampanye pemilu perdana menteri rezim Zionis.

Netanyahu juga terlibat kasus suap yang diberikannya kepada pemilik koran Yedioth Ahronoth supaya mendukung kinerjanya selama menjabat yang dikenal dengan skandal 2000.

Selain itu, Netanyahu  dijerat kasus korupsi lain "skandal 3.000" berkaitan dengan pembelian tiga kapal selam dari Jerman senilai lebih dari satu miliar dolar.

Mahkamah Agung Israel akhir Februari menetapkan Netanyahu bersalah di skandal 1000, 2000 dan 4000 dengan dakwaan menerima suap, penipuan dan pengkhianatan.

Melalui pengaruhnya di struktur peradilan Israel, Netanyahu berusaha melepaskan diri dari skandal korupsi, namun rakyat di bumi pendudukan yang tengah tertekan akibat wabah Corona karena kesalahan manajemen kabinet rezim ini menuntut pengunduran diri Netanyahu.

Mantan menteri peperangan Avigdor Lieberman terkait hal ini mengatakan, mengingat parahnya kondisi ekonomi dan sosial di Israel, potensi pembangkangan sosial semakin tinggi.

Koran Yedioat Aharonot di sebuah artikelnya seraya mengkritik kinerja lemah kabinet Netanyahu dalam menghadapi krisis pandemi COVID-19 menulis, penyebaran wabah Corona menunjukkan bahwa Netanyahu lebih berbahaya dari virus Corona bagi warga Zionis. Lebih lanjut koran ini menulis, ketika warga Zionis menghadapi krisis ekonomi yang parah, Netanyahu menggunakan dana besar untuk membela diri dari skandal korupsi yang melilitnya.

Untuk meredam repersi warga dan menghentikan aksi demo, Netanyahu menggulirkan paket insentif. Berdasarkan paket ini, keluarga tiga orang akan mendapat suntikan dana setara dengan 583 dolar, keluarga empat orang 729 dolar serta selebihnya mendapat 875 dolar. Sementara mereka yang belum menikah mendapat 218 dolar.

Isu penting di sini adalah bahkan di dalam kabinet Israel sendiri belum tercapai kesepakatan terkait paket usulan Netanyahu. Partai Biru dan Putih pimpinan Gantz yang saat ini menjabat sebagai menteri peperangan, mengkritik mekanisme pembayaran bantuan tunai dan jumlahnya kepada keluarga Zionis dan meyakini jumlah bantuan tersebut harus memperhatikan pendapatan setiap keluarga dan harus diberikan kepada keluarga miskin serta kalangan menengah.

Berlanjutnya eskalasi pendemi Corona di bumi Palestina pendudukan mengakibatkan kesulitan ekonomi warga juga tak kunjung habis serta mendorong berlanjutnya aksi demo warga serta tekanan kepada Netanyahu. (MF)